• Petambak Kepiting Bengkulu Harapkan Dukungan Pemasaran

    0

    Bengkulu, jurnalsumatra.com – Petani tambak kepiting bakau di Kota Bengkulu mengharapkan dukungan pemerintah dalam membuka jalur pemasaran produk mereka ke luar negeri menjadi komoditas ekspor.
    “Selama ini kami menjual kepiting ke pedagang pengumpul di kota besar lalu diekspor ke Singapura dan Malaysia,” kata Abdullah, petambak kepiting bakau di Kelurahan Padang Serai, Kota Bengkulu, Senin.
    Saat panen raya di areal tambak berisi 12 ribu ekor kepiting miliknya, Abdullah mengatakan selama ini pemasaran hasil tambak baru sebatas memenuhi kebutuhan lokal.
    Menurut Abdullah, pengembangan pemasaran hingga ke luar negeri akan meningkatkan harga jual kepiting yang saat ini dijual Rp70 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram di pasar lokal.
    “Kami memasok kepiting ke hotel dan rumah makan lokal dan menjual ke pengumpul, kalau bisa langsung ekspor akan menolong petambak,” kata dia.
    Di Kelurahan Padang Serai kata dia, ada 300 hektare areal tambak kepiting yang dikelola mandiri oleh petambak.
    Petambak lainnya, Tholib mengatakan selain pemasaran, para petambak ikan juga membutuhkan bantuan lunak bagi petambak kepiting.
    “Sudah berulang kali kami mengusulkan proposal bantuan untuk mendukung petambak kepiting tapi tidak ada tanggapan pemerintah daerah,” katanya.
    Komandan Lanal Bengkulu, Letkol Laut (P) Nizar Khadafi yang turut dalam kegiatan panen raya itu mengatakan dukungan terhadap petambak ikan merupakan bagian dari pengembangan sektor maritim di Bengkulu.
    Selama ini menurut dia, pemerintah lebih fokus pada petambak ikan air tawar jenis lain seperti nila dan lele, sedangkan petambak kepiting kurang perhatian.
    “Padahal petambak kepiting ini juga punya peran penting mengembangkan sektor maritim, karena itu perlu didukung pemerintah daerah,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com