• Percussion Vera Maukar Pukau Pengunjung Mansion

    0

    Warning: file_exists(): File name is longer than the maximum allowed path length on this platform (4096): <wunderslider silent="true" hideLogo="true" applyByDefault="true" randomize="false" skin="box" useCaption="true" useSelectors="true" useNav="true" useThrobber="false" useFlick="true" effect="fadeIn" animateInterval="500" mouseOverPause="true" width="400" height="250" overlayOpacity="0.2" overlay="" hzones="8" vzones="" period="4000" duration="1000" fps="16" morph="true" buttonEffects="false" mode="proportional" display="fixed" clickable="false" ids="129095,129096,129097,129098,129099,129100,129101,129102,129103,129104,129105,129106,129107,129108,129109,129110,129111,129112,129113,129114" orderby="post__in" include="129095 in /home/jsid/jurnalsumatra.com/wp-content/plugins/wunderslider/lib/core/class-wunderslider-xml-parser.php on line 54

    Palembang, jurnalsumatra.com – Penampilan Percussion Vera Maukar yang berkolaborasi dengan DJ Daniel di Mansion Executive Club & KTV dengan gaya menambuh drumnya yang energik yang dipadu music DJ buat para pengujung Mansion terpukau.

    Beberapa penampilan yang ditampilkan sebelumnya di Mansion Executive Club & KTV yaitu Electra Soul Band, Buanika Sexy Dancer dan Mansion Models serta Mansion Residents DJ Allen dan DJ Achenk menambah meriah suasana malam itu.

    Saat dibincangi jurnalsumatra.com Vera Maukar yang baru saja melakukan pertunjukan di PSCC (Palembang Sports Convention Center) dalam rangka hut salah satu Radio FM di Palembang sore harinya, tampak letih dan lelah sebelum penampilannya di Mansion Executive Club & KTV yang baru akan tampil pada pukul 02:00 wib dini hari, tapi semangatnya yang ingin menghibur para pengujung tetap membuatnya tampak segar dan interaktif.

    Ibu muda yang baru saja dikaruniai seorang anak yang sudah menginjak usia 5 bulan ini, sudah cukup dikenal dalam penampilan memainkan alat Percussion di tanah air dengan beberapa kali melakukan kolaborasi bersama DJ Indonesia.

    Seperti diakuinya, kalau dirinya sudah terjun di dunia percussion pertama kali pada tahun 2008. “Aku basicnya memang dari drummer, yang sebelumnya aku drummer band Silverquint pada tahun 2007 di label Sony BMG” jelas ibu muda yang masih mempunyai darah Palembang ini.

    Dikatakanya, kalau dirinya lahir di Jakarta, 25 April 1984 dari kedua orang tua campuran, mama asli orang Palembang sedangkan Papa berasal dari Manado.

    Pada tahun 2008 itulah dirinya mulai terjun secara solo karir sebagai Live PA, DJ dan juga sebagai percussion yang awalnya tamatan sekolah PBSK Pondok Kelapa Jakarta Timur mengikuti kompetisi Band dan akhirnya mendapat beasiswa kuliah di BSI namun karena kesibukan di kompetisi band tahun 2001-2002 tidak jadi diambilnya.

    “Dari menang di kompetisi band itu kami mendapat kesempatan untuk jalan-jalan ke Jepang bersama teman-teman band” jelasnya.

    Diakuinya, dari beberapa kali ke Palembang, dirinya merasa kagum dengan pembangunan yang sedang di adakan di Kota Palembang ini, sudah hampir seperti Jakarta, dimana-mana sudah kelihatan macetnya.

    “Untuk ke depannya aku mau mengurangi perform di malam hari, karena sudah mulai capek dan lelah, karena baru saja mempunyai anak yang berusia 5 bulan, pokoknya nanti mau mengambil job- job pagi dan sore saja” pungkasnya sambil melemparkan senyuman manisnya. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com