• Penghijauan Gunung Dempo Prioritas

    0

    PAGARALAM, jurnalsumatra.com – Pemkot Pagaralam tetap memprioritaskan penghijauan kembali puluhan hektar hutan yang terbakar di Gunung Dempo. Penghijauan dilakukan dengan cara penyebaran bibit bersama masyarakat, pencinta alam dan relawan lingkungan lainnya.

    Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kota Pagaralam Jumaldi Jani mengatakan, penghijauan kembali hutan yang terbakar dilereng Gunung Dempo merupakan prioritas utama. Dimana, pihaknya menyiapkan bibit yang ada dipembibitan dan dilokasi pintu pendakian. Dengan begitu, pendaki dapat membawa bibit tersebut dan menanamnya.

    “Sekarang tumbuhan dilahan bekas kebaran mulai menghijau. Namun, agar kembali seperti sediakala membutuhkan waktu bertahun-tahun. Untuk itulah, kita ikut menghijaukan kembali,” katanya.

    Dikatakan Jumaldi, dengan penyebaran bibit yang dilakukan, pihaknya optimis dalam beberapa tahun kedepan hutan akan kembali asri. Apalagi, hutan di Gunung Dempo fungsinya sangat vital bagi masyarakat Pagaralam. Pasalnya, hutan tersebut merupakan sumber kehidupan dan daerah resapan air.

    “Jika tetap dibiarkan rusak, bencana alam akan mengintai seperti longsor dan banjir bandang. Untuk itulah, perlu penanganan dengan cepat. Kemudian, bagi masyarakat dan pendaki kiranya dapat mencintai alam dan jangan merusaknya,” imbuhnya.

    Sementara itu, Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Basjuni mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 5 ton bibit yang berasal dari biji-bijian. Bibit ini disebar bersama puluhan masyarakat, pencinta alam dan relawan lingkungan yang ada di Kota Pagaralam.

    “Untuk bibit biji-bijian kita siapkan yang mudah tumbuh seperti durian, nangka, cempedak dan lainnya. Untuk daerah datar bibit ini disebar dan ditanam langsung. Untuk yang tidak bisa dijangkau dilempar menggunakan ketapel,” tegas Ida.

    Kemudian, kepada pendaki untuk membawa bibit yang ada dikampung IV. Bibit tersebut kiranya disebar kekawasan kebakaran, jika kondisi hutan kembali asri para pecinta alam inilah yang akan menikmati keindahan alam Gunung Dempo. Bahkan sebaliknya jika kondisinya demikian maka keadaan yang tidak baik bagi para pendaki karena hutan habis terbakar.

    “Mulai dari sekarang mari kita menjaga lingkungan. Jangan membakar sembarangan ketika mendaki, apalagi jika keadaan kemarau. Kemudian, sampah sisa pendakian untuk diangkut kembali karena dibawah akan didata kembali barang angkutan,” ujarnya. (Van)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com