• PEMPROV NTB Bantu Penerbitan Sertifikat Halal Restoran

    0

    Mataram, jurnalsumatra.com Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan membantu penerbitan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara gratis bagi restoran dan rumah makan untuk mendukung wisata syariah di daerah ini.
    “Rencana pemberian bantuan sertifikat halal dari MUI secara gratis itu disampaikan oleh Asisten III Provinsi NTB dalam pertemuan mendukung wisata syariah NTB,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib di Mataram, Jumat.
    Sebagai tindak lanjut dari rencana itu, lanjut Latif, Pemerintah Kota Mataram saat ini sedang mendata restoran dan rumah makan yang akan menjadi sasaran pemberian sertifikat halal tersebut.
    Saat ini, katanya, pihaknya bekerja sama dengan Asosiasi Hotel Mataram (AHM), rumah makan dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), mendata pengusaha kuliner yang belum memiliki sertifikat halal.
    “Kalau dari data AHM, menyebutkan hampir semua restoran di hotel berbintang sudah memiliki sertifikat halal,” katanya.
    Namun demikian, sambungnya, masih ada juga restoran terutama rumah makan dan kuliner tingkat PKL yang belum memiliki sertifikat halal ini.
    Sertifikat halal ini memberikan jaminan kepada para tamu, bahwa apa yang mereka konsumsi di sebuah restoran dan rumah makan berbahan baku halal.
    “Untuk itu, jika restoran dan rumah makan sudah memiliki sertifikat halal dari MUI, hendaknya dipajang agar mudah dilihat tamu, jangan disimpan,” katanya
    Dikatakannya, sejak Pulau Lombok mendapatkan dua penghargaan dunia bidang pariwisata khususnya untuk Pulau Lombok yakni “World Best Halal Honeymoon Destination dan World Best Halal Tourism Destination”, Disbudpar telah mendorong semua lapisan masyarakat agar dapat mendukung program tersebut.
    Halal, dalam hal ini kata pria yang kerap disapa Latif ini, adalah kejujuran dan tidak melakukan berbagai hal-hal yang bertentangan dengan agama manapun.
    Pasalnya, lanjut Latif, tidak ada satupun agama membenarkan untuk berbuat kejahatan atau keburukan.
    “Halal, bukan semata-mata halal dalam bentuk makanan. Tetapi halal yang diartikan sebuah kejujuran dalam berbagai sektor pelayanan pariwisata,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com