• Pemkot Harus Aktif Dalam Realisasi Pajak Penerangan Jalan

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Jika Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tidak berperan aktif dalam memberikan himbauan warganya, untuk membayar iuran listrik tepat waktu, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang akan merosot di karenakan tingginya tunggakan pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) dan akan terus terjadi selama tahun 2016.

    Hal ini diungkapkan Manager PLN area Palembang Selamat DS kepada jurnalsumatra.com “merosotnya pembagan hasil Pajak Penerangan Jalan (PPJ) selama tahun 2016, karena tunggakan listrik pelanggan PLN diwilayah ini mencapai Rp 91 Miliar.” (16/05/16)

    Ia juga mengatakan, tunggakan pelanggan ini sangat berpengaruh pada PAD Kota Palembang dari sektor PPJ. Jadi, Walikota diharapkan, dapat membantu kami dalam memberikan menghimbau kepada masyarakanya untuk membayar iuran listrik tepat waktu.

    Menurutnya, tunggakan pelanggan ini, sangat berpengaruh pada PAD Kota Palembang dari sektor PPJ. Jadi, Walikota diharapkan, dapat membantu kami untuk menghimbau masyarakanya dalam membayar iuran listrik tepat waktu.

    “Setiap bulannya, dari tagihan rekening listrik yang harus dibayarkan pelanggan, terselip kontribusi untuk PPJ. Besaran PPJ tersebut berkisar 5-7 persen tergantung kategorinya.” Tambahnya.

    Dikatakannya, usai audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang di ruang rapat II Kantor Walikota Palembang “Tunggakan pelanggan itu berdampak pada PPJ yang di setorkan pada  Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Palembang. Oleh karena itu, disini kita meminta Pemkot Palembang dapat membantu imbauan agar masyarakat membayar listrik tepat waktu dam jika hal ini dibiarkan, maka tentu akan buruk dampaknya bagi realisasi PAD Kota Palembang. ”jelasnya.

    Sebelumnya, pendapatan PPJ turun pada dua bulan terakhir, karena tunggakan listrik oleh masyarakat, yang seharusnya bisa memberikan kontribusi pada pendapatan daerah hampir Rp 2 Miliar per bulannya.

    Dimana realisasi PPJ terus menurun sejak awal tahun, dimana Januari sebesar Rp 12,2 Miliar, Februari Rp 12,4 Miliar, Maret Rp 10,8 Miliar, dan April sebesar Rp 10,9 Miliar. Bahkan, di bulan Mei akan kembali menurun menjadi Rp 10 Miliar

    “Ini bukan hanya berdampak bagi omset PLN, tetapi juga kita kan bersinergi dengan Pemkot Palembang dalam kontribusi PAD dari sektor PPJ,” pungkasnya. (eddie)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com