• PEMKAB Segera Lakukan Penanganan Darurat Dampak Abrasi

    0

    Painan, Sumbar, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), segera melakukan penanganan darurat terkait abrasi pantai di Batu Kalang, kabupaten setempat.
    “Ini harus segera ditangani, jika tidak dampaknya akan lebih besar lagi. Rumah warga dan badan jalan yang ada di sekitar lokasi akan amblas terbawa arus laut, ” kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni di Painan, Kamis.
    Untuk penanggulangan darurat tersebut Bupati Hendrajoni telah memerintahkan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) setempat untuk membuat tembok penahan gelombang di tempat arus laut masuk.
    “Tembok penahan ini hanya bersifat sementara agar arus laut tidak terlalu bebas dan kuat masuk menghantam badan jalan dan infrastruktur yang ada di sekitar lokasi, ” ujarnya.
    Kedepannya, di lokasi tersebut pemkab merencanakan pembangunan batu grib disepanjang pantai yang dinilai rawan abrasi. Maka itu dinas terkait akan melakukan penghitungan terkait berapa dana yang dibutuhkan serta teknis pelaksanaanya.
    Menurutnya, upaya penanggulangan bencana itu harus segera dilakukan, karena abrasi tidak hanya mengancam badan jalan, sarana pariwisata, tetapi juga rumah warga di sekitar lokasi.
    Sejumlah titik kawasan pantai Pesisir Selatan yang rawan abrasi telah dilakukan penanganan sejak beberapa tahun lalu , dengan membangun batu grib.
    Diantara pantai itu, Sago dan Carocok Painan di Kecamatan IV Jurai, Karang Pauh, Pasar Baru dan Api Api (Kecamatan Bayang), Pasir Putih Kambang (Kecamatan Lengayang) dan Amping Parak (Sutera).
    Wali Nagari Ampang Pulai, Epridinal mengatakan, abrasi pantai di Batu Kalang terjadi sejak Jumat lalu hingga kini. Kejadian itu telah menyebabkan badan jalan yang dicor beton mengalami rusak berat sepanjang 40 meter.
    Selain itu abrasi juga merusak dua unit bangunan warga yakni rumah milik Yulidar (59) dan kedai milik Ernawati (50). Meski kerusakannya tidak begitu parah namun dua bangunan permanen itu terancam amblas ke laut.
    Kejadian itu telah ditinjau langsung Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait seperti Dinas PSDA, Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarkim) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat ke lokasi beberapa hari lalu.(anjas)

     

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com