• Pemkab Prioritaskan Pasar Tradisional Potensial Direvitalisasi

    0

         Bantul, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memprioritaskan pasar tradisional yang potensial dikembangkan untuk masuk dalam program revitalisasi fisik atau bangunan pasar tersebut.
    “Pasar tradisional yang menjadi prioritas direhabilitasi selain karena kondisi bangunan sudah parah, juga pasar yang potensial untuk dikembangkan,” kata Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Bantul, Slamet Santosa di Bantul, Sabtu.
    Menurut dia, di Bantul yang terdiri dari 17 kecamatan saat ini terdapat 32 pasar tradisional termasuk pasar hewan, meski demikian, hingga saat ini kondisi pasar baik secara kuantitas maupun kualitas baru sekitar 62 persen.

         Ia mengatakan, program revitalisasi pasar tradisional digulirkan tiap tahun, sehingga bagi pasar yang belum tersentuh kegiatan revitalisasi tersebut diinventarisasi mana-mana yang paling potensial dikembangkan disamping kondisi kurang layak.
    Slamet mengatakan, pasar yang mempunyai potensi untuk berkembang karena di antaranya menjadi pusat transaksi jual-beli bagi sebagian besar warga setempat, kemudian tingkat pertumbuhan jumlah pedagang dari waktu ke waktu bertambah.
    “Kemudian juga pertimbangkan kesiapan dari pedagang pasar itu sendiri serta lahan yang akan digunakan, mengingat kegiatan revitalisasi bisa berupa perluasan maupun penambahan sarana atau fasilitas yang masih kurang,” katanya.

         Namun demikian, kata dia, program revitalisasi pasar tradisional bisa direalisasikan ketika tersedia anggaran yang mencukupi, sehingga kemampuan keuangan pemerintah daerah juga menjadi pertimbangan.
    Sementara itu, menurut dia, pada tahun 2015 ada tiga pasar tradisional yang direhabilitasi, yaitu Pasar Sorobayan, Pasar Koripan dan Pasar Grogol. Sedangkan pada 2016 ada empat pasar yang akan direvitalisasi yaitu Pasar Ngangkruksari, Pasar Ngipik, Pasar Pleret dan Pasar Hewan Pandak.
    “Seperti arahan dari Gubernur dan Bupati bagaimana pasar itu bisa kita buat lebih nyaman, tertib, aman senyaman toko modern, namun dengan ciri khas ketradisionalannya, jadi keunggulannya di situ, dan itu yang kita pertahankan,” katanya.
    Pihaknya berharap, dengan program revitalisasi pasar tradisional di Bantul, pemerintah daerah dapat mengawal dan meningkatkan daya saing pasar tradisional supaya tidak kalah dengan toko modern, sehingga dapat melindungi pedagang pasar.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com