• Pembukaan Nusantara Mengaji Disiarkan Secara Langsung TVRI

    0

         Jakarta, jurnalsumatra.com – Pembukaan Nusantara Mengaji yang digelar di Alun-Alun Jember, Jawa Timur pada Sabtu (7/5) malam akan disiarkan secara langsung melalui stasiun TVRI pukul 19.00 WIB, demikian juga dengan penutupan yang dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khananiyah, DKI Jakarta.
    “Pihak TVRI telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan siaran langsung untuk pembukaan dan penutupan Nusantara Mengaji. Dalam live tersebut, saya akan menanyakan langsung kepada menteri dan pimpinan daerah melalui teleconference,” kata Inisiator Nusantara Mengaji, Abdul Muhaimin Iskandar, di Jakarta, Sabtu
    Cak Imin panggilan akrab Abdul Muhaimin Iskandar mengaku bersyukur gerakan ini mendapat respons sangat baik dari masyarakat dan pimpinan daerah di seluruh Indonesia. Tak sedikit pimpinan daerah yang memanfaatkan Nusantara Mengaji untuk mengajak masyarakat guna mengingatkan putra-putri mereka tentang pentingnya mengaji.
    “Gerakan Nusantara Mengaji mendapat sambutan luar biasa. Kepala daerah tidak ragu-ragu terlibat secara aktif mendengungkan gerakan ini sampai ke tingkat-tingkat terendah. Tujuannya hanya ingin kembali membudayakan kegiatan mengaji yang saat ini telah menghilang,” katanya.

         Cak Imin menegaskan bahwa Nusantara Mengaji ini bukan lah gerakan sesaat ataupun gerakan politis. Nusantara Mengaji, kata dia, murni gerakan budaya yang berkeinginan mengembalikan spirit mengaji.
    “Tentu kita semua rindu melihat anak-anak kita pergi mengaji, putra-putri kita menenteng kitab suci masuk ke langgar ataupun musholla. Itu semua kan telah hilang dari pandangan kita. Anak-anak sekarang lebih asyik main game saat azan berkumandang,” tuturnya.
    Secara terpisah, Sekretaris Kornas Nusantara Mengaji, M Hasanuddin Wahid, menegaskan bahwa Nusantara Mengaji sesungguhnya telah dijadikan katalisator oleh masyarakat untuk mengenang kembali masa lalu.
    “Mereka rindu melihat kembali anak-anak kecil dan usia remaja berlari-lari menuju masjid, musholla dan tempat-tempat pengajian lainnya. Suara-suara orang mengaji juga terdengar dari balik tembok rumah warga. Saat ini suara indah itu telah hilang,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com