• Pembudi Daya Ikan Didata Untuk “Aqua Card”

    0

    Simalungun, Sumut, jurnalsumatra.com- Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, melakukan pendataan ulang keberadaan para pembudi daya ikan yang tersebar di 31 kecamatan agar bisa memiliki “Aqua Card”.
    Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanter), Jarinsen Saragih, Selasa, menjelaskan “Aqua Card” atau Kartu Pembudi Daya Ikan merupakan program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan para pembudi daya ikan di Indonesia.
    “Besar manfaatnya bagi mereka, karena dengan kartu tersebut bisa memperoleh bantuan dari pemerintah,” kata Jarinsen.
    Bantuan itu berupa pembinaan dan pelatihan sumber daya manusia terkait pengetahuan dan wawasan membudidayakan ikan secara tepat guna, sarana, dan fasilitas.
    Pemkab di bawah kepemimpinan Bupati JR Saragih antusias merespons program ini dan menerjunkan petugas Diskanter di kecamatan untuk mendata berdasarkan nama dan alamat yang bersangkutan (by name by address), kata Jarinsen.
    Untuk bantuan permodalan, pemerintah membuat program “Sehatkan”, yakni upaya sertifikasi hak atas tanah atau lahan pebudidaya ikan.
    Pemerintah melalui KKP telah menandatangani kesepahaman dengan pihak BPN guna mempermudah pebudidaya ikan mensertifatkan lahannya.
    “Dengan sertifikat tersebut pebudidaya ikan bisa mengajukan pinjaman ke perbankan dan prosesnya akan dipermudah,” kata Jarinsen.
    Pemkab Simalungun kata Jarinsen, siap memberikan pendampingan mengurus sertifikat dengan ketentuan pebudidaya anggota kelompok usaha, dan menerbitkan surat tanda pencatatan kegiatan.
    Kasie Budidaya, Pengembangan produksi dan Teknologi Diskanter, Arwan Irawandhy Sembiring menyebutkan data pebudidaya ikan di kabupaten Simalungun mencapai 9.659 RTP (rumah Tangga produksi) pada tahun 2014.
    Jumlah itu terdiri atas 2.046 kolam, 7.186 sawah, dan 427 keramba jaring apung yang berada di perairan umum dan kolam air tenang.
    “Satu RTP bisa memiliki lebih dari satu unit usaha (kolam atau keramba),” jelas Arwan.
    Sedangkan produksi budidaya ikan tahun 2014 mencapai 62.088 ton per tahun, terbanyak dari kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com