• Pekanbaru Miliki RS Rehabilitasi Narkoba

    0

    Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, memiliki Rumah Sakit Rehabilitasi Pecandu Narkoba yang pertama di Sumatera setelah diresmikan oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, Kamis.
    Rumah Sakit (RS) Rehabilitasi Pecandu Narkoba tersebut merupakan bagian dari RS Lancang Kuning yang berada di Jalan Ronggo Warsito Ujung Nomor 5A Gobah, Kota Pekanbaru, yang menerapkan konsep sama seperti RS Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta.
    “Kita mengapresiasi BNN dan RS Lancang Kuning yang menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai pusat rehabilitasi bagi pecandu narkoba di Pekanbaru dan Riau,” kata Ayat Cahyadi usai peresmian.
    Ia menjelaskan, pusat rehabilitasi itu merupakan bagian dari upaya memerangi narkoba yang dilakukan BNN dan RS Lancang Kuning, sesuai target  Presiden Joko Widodo untuk merehabilitasi 100.000 pecandu narkoba.
    Menurut dia, RS tersebut menyediakan 90 ruang khusus yang dapat menampung ratusan pecandu narkoba. Dalam waktu dekat jumlah ruangan akan diperbanyak mencapai 120 ruangan sehingga dapat menampung lebih banyak penyalahguna narkoba.
    Sementara itu, Direktur Utama RS Lancang Kuning, Drg Aznan Wahyudi mengatakan bahwa keputusan untuk membuka ruangan khusus rehabilitasi pecandu narkoba merupakan kepedulian pihaknya terkait banyaknya korban akibat narkoba.
    “Dari yang disampaikan ada sekitar 150 ribu penyalahguna narkoba di Riau, sementara di Pekanbaru sendiri diperkirakan mencapai 20 ribuan orang,” ujarnya.
    Selama ini, lanjutnya, penyalahguna narkoba akan menjalani rehabilitasi di Lido Bogor atau ke RSKO Jakarta. “Namun, seperti yang kita ketahui kondisinya sudah penuh di sana,” ujarnya.
    Akibatnya, banyak keluarga yang anggota keluarga yang menjadi penyalahguna narkoba di Riau kebingungan bagaimana dan di mana untuk memulihkan pecandu narkoba tersebut.
    “Untuk itu, kita bekerja sama dengan BNN Kota Pekanbaru berkomitmen untuk menyediakan ruangan dan fasilitas khusus guna memulihkan pecandu narkoba,” jelasnya.
    Terkait pembiayaan selama menjalani rehabilitasi, ia mengatakan masyarakat bisa melalui jalur umum dengan biaya pribadi atau direkomendasikan melalui BNN untuk direhabilitasi secara gratis.
    Sebelumnya BNN Provinsi Riau mengimbau penyalahguna narkoba agar melapor ke petugas untuk mendapatkan fasilitas rehabilitasi secara gratis dan tidak akan dijerat hukum.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com