• Pasien KIS-BPJS Pasaman Sesalkan Kurangnya Stok Obat

    0

    Lubuk Sikaping, Sumbar,jurnalsumatra.com- Pasien pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menyesalkan buruknya pelayanan di Puskesmas Rao, karena kosongnya persediaan obat-obatan.
    Salah seorang pasien pengguna KIS, Ahsan (55) warga belakang Pasar Rao, Kamis, menyayangkan tidak lengkapnya persediaan obat di puskesmas itu.
    “Saya berobat ke puskesmas, ketika ingin mengambil obat, disuruh oleh perawat untuk membeli beberapa jenis obat di apotek luar, karena obatnya tidak ada,” katanya.
    Hal yang sama juga disampaikan Ical (35), pasien BPJS Kesehatan warga Sungai Manis, Kecamatan Rao. Ia juga disuruh untuk membeli obat di luar, dengan alasan yang sama karena persediaan obat kurang.
    “Saya sudah bayar iuran BPJS setiap bulannya, tapi masih disuruh beli obat di luar. Setahu saya semuanya sudah ditanggung BJPS,” katanya.
    Ia berharap pihak puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk segera melengkapi persediaan obat tersebut.
    Kepala Puskesmas Rao, Edwin Rivai, ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya membenarkan tentang kurangnya ketersediaan obat di puskesmas itu.
    “Persediaan obat kita memang kurang, baik di bagian rawat inap maupun  rawat jalan,” ujarnya.
    Ia mengatakan sesuai aturan obat memang sudah ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan, tapi kenyataannya berbeda.
    Ada 155 jenis penyakit yang masih bisa ditangani oleh puskesmas, namun karena ketersediaan obat tersebut masih kurang maka keluarga pasien meminta untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping.
    “Seharusnya pasien tersebut masih bisa ditangani di puskesmas, namun karena keluarga minta dirujuk, ya kami rujuk. Tapi setelah sampai di RSUD, pihak RSUD menolak karena masih bisa dirawat di puskesmas. Setahu saya sudah dua pasien dari daerah Rao mengalami kejadian seperti itu,” ujarnya.
    Namun karena pasien ingin dirawat di RSUD, maka pasien itu masuk kategori pasien umum.
    Ia berharap pihak BPJS Kesehatan untuk mengecek langsung ketersediaan obat di puskesmas.
    “Kita juga berharap pihak Dinas Kesehatan untuk segera melengkapi obat-obatan sehingga pasien tidak perlu lagi beli obat ke luar,” ujarnya.
    Sementara itu Kepala Operasional BPJS Kesehatan Kabupaten Pasaman, Syafrudin di Lubuk Sikaping mengatakan pasien pengguna KIS dan BPJS tidak boleh lagi disuruh membeli obat di apotek luar karena biayanya sudah ditanggung pihak BPJS seluruhnya.
    “Layanilah pasien pengguna KIS dan BPJS dengan baik. Jangan ada lagi pasien yang mengadu karena disuruh beli obat di luar, seluruh biayanya sudah ditanggung BPJS, bahkan lebih besar dari biaya pasien umum,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com