• Organisasi Islam Batam Tolak Radikalisme Dan Komunisme

    0

    Batam,jurnalsumatra.com – Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI) HMI Cabang Batam serta Persatuan Remaja Masjid Batamindo menyatakan tekad menolak segala bentuk radikalisme atas nama agama serta komunisme yang tidak sesuai dengan Pancasila.
    “Gerakan komunis di Indonesia telah mengalami perubahan dari perjuangan melalui kontak fisik dan senjata menjadi perjuangan melalui ide, gagasan, opini dan perang pemikiran. Inilah bahaya laten yang sesungguhnya,” kata Akademisi Universitas Putra Batam M Gita Indrawan sesusi rilis dalam dialog keagamaan ‘Peningkatan Peran Pondok Pesantren dalam Meredam Paham Radikal’ di Masjid Nurul Islam Kawasan Industri Batamindo, Batam.
    Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatangan kesepakatan bersama untuk menolak aksi radikalisme atas nama agama, serta penolakan komunisme di Indonesia.
    Ia mengatakan, antara komunis dan Pancasila tidak dapat hidup berdampingan. Alasannya adalah komunisme tidak sesuai dengan kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia.
    “Bangsa Indonesia sangat mengakui adanya Tuhan sesuai sila pertama dari Pancasila yang menjadi ideologi negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia,” kata dia.
    Ketua MUI Kota Batam, Luqman Rifai, yang juga hadir sebagai narasumber mengatakan, bahwa peran pesantren sebagai benteng penjaga ideologi bangsa bukalah sesuatu yang berlebihan. Pesantren dalam perkembangnya telah mampu menjawab tantangan globalisasi meskipun ada beberapa hal yang perlu dibenahi dalam pesantren.
    “Perlu dilakukan pembinaan dan pengkaderan santri berwawasan kebangsaan. Hal ini perlu ditunjang dengan pembenahan kurikulum dan silabus pesantren. Selain itu, pesantren perlu dilibatkan secara intensif dalam program-progam terkait pembangunan bangsa,” kata dia.
    Selain itu, Luqman juga mengharapkan adanya pola hubungan sinergis antara ormas/lembaga dakwah Islam di Batam yang akan menguatkan dalam rangka menangkal segala bentuk radikalisme serta komunisme.
    Perwakilan dari Intelkam Polresta Barelang mengatakan di Batam terdapat tujuh temuan kepolisian terkait atribut kaos berbau komunisme.
    Direktur LDMI HMI Cabang Batam, Muhammad Andriansyah mengatakan bahwa kegiatan dialog keagamaan, yang disejalankan dengan peringatan Isra’ Mi’raj serta menyambut Ramadhan 1437 H.
    “Pesantren semakin termarjinalkan, dengan isu-isu terorisme. Padahal, peran pesantren sebagai founding father kemerdekaan bangsa Indonesia tidak bisa dipungkiri. Kiyai dan santri pondok pesantren memiliki andil langsung dalam pembentukan negara Indonesia,” kata Andriansyah.
    Pendiri pesantren terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, isu yang mendeskreditkan pesantren sebagai sarang terorisme adalah salah besar.
    “Pemerintah sebaiknya lebih memberdayakan pesantren terutama dalam peningkatan sumber daya manusia serta pembenahan infrastruktur. Hal ini dibutuhkan agar pesantren dapat berkiprah lebih baik dalam mencetak generasi yang berwawasan global serta kebangsaan,” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com