• NTT Punya Empat Sekretariat Pengawasan Orang Asing

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Nusa Tenggara Timur Rochadi Imam Santoso mengatakan  saat ini di provinsi berbasis kepulauan ini telah mempunyai empat sekretariat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).
    “Untuk Timpora, kami sudah buat di wilayah NTT saat ini, pada empat daerah yakni di Kabuopaten Belu, Manggarai Barat, Kabupaten Sikka serta untuk wilayah provinsi di Kota Kupang,” katanya, di Kupang, Selasa.
    Hal itu disampaikan Rochadi berkaitan dengan telah dikukuhkan Timpora oleh Kementerian Hukum dan HAM setelah diberlakukan bebas visa bagi warga asing khususnya bagi mereka yang berwisata ke Indonesia.
    Ia menjelaskan, saat ini kurang lebih 700-an warga negara asing terdata berada di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu, mulai dari imigran gelap, wisatawan serta orang asing yang memiliki aset seperti villa dan tempat wisata di NTT.

         Keberadaan orang asing sebanyak itu, ia mengaku pemantauan yang dilakukan adalah menggunakan aplikasi pemantauan orang asing yang telah diluncurkan oleh Kemenkumham.
    “Jadi Kemenkumham sudah memiliki aplikasi berupa android pelaporan orang asing atau Apoa untuk memantau keberadaan WNA yang datang ke NTT dan menginap di salah satu hotel,” ujarnya lagi.
    Sistem pemantauannya adalah pihak keimigrasian telah bekerjasama dengan semua hotel dan penginapan di NTT, sehingga saat WNA datang dan menginap maka langsung ada laporan dari pihak hotel atau penginapan tersebut.
    “Jadi kami tinggal memantau WNA tersebut, tanpa harus menemuinya dan menanyakan keperluannya ke NTT atau daerah lain,” ujarnya lagi.
    Sejauh ini, lanjutnya, keberadaan Timpora pada empat daerah tersebut berjalan dengan sangat baik dalam melakukan pemantauan keberadaan WNA di daerah masing-masing.
    Pembentukan Timpora itu tidak hanya dari Kemenkumham saja, tetapi juga lintas institusi, sehingga setiap informasi soal keberadaan WNA, menurutnya, bisa dari unsur TNI, Polri, Kesbangpol Linmas, kejaksaan, serta beberapa instansi terkait.
    “Jadi kami tidak bekerja sendiri, sehingga setiap informasi tentang orang asing bisa masuk kapan saja kepada kami,” ujarnya lagi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com