• Notaris Akan Uji Kompetensi

    0
    menhumkam

    Notaris Akan Uji Kompetensi

    PALEMBANG – Gubernur sumsel Alex Noerdin dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly membuka kongres ke 22 ikatan notaris indonesia yang di adakan diballroom hotel novotel kamis (19/5),

    Dan mempersiapkan Uji Kompetensi untuk notaris dan digitalisasi akta dan dokumen-dokumen kenotariatan untuk memangkas birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan para notaris.

    Menurut yasonna H Laoly mengatakan dalam pidatonya menjelaskan alumni jurusan notarias fakultas hukum dari berbagai kampus semakin hari semakin bertambah. Hal tersebut menyebabkan kompetisi antarnotaris yang berdampak langsaung terhadap kualitas pelayannya sendiri.

    Pihaknya akan segera menyusun peraturan dari Kemenkum-HAM untuk landasan hukumnya dulu agar dalam waktu dekat bisa segera diberlakukan.

    Rencananya akan dibuat setiap lima tahun sekali. Jadi nantinya notaris ini seperti pengacara. Selepas lulus kuliah, mereka akan diuji dulu baru setelah lolos uji kompetensi baru bisa diangkat jadi notaris”ujarnya”

    Yasonna mengatakan pihaknya pun konsen terhadap penyimpanan berkas akta-akta yang telah dikeluarkan para notaries. Hingga saat ini, para notaries membuat akta dan menyimpan kopiannya dalam bentuk fisik dalam media kertas saja.

    Namun kertas akan dimakan zaman. Sementara akta yang dikeluarkan notaries akan menjadi dokumen penting yang terus berguna sepanjang zaman terkait legalitas segala produk kenotariatan yang dihasilkannya”

    Kalau ada hardcopy, tentu kita perlu softcopy-nya juga. Softcopy ini berguna apabila mungkin hardcopy-nya rusak, hilang, atau tidak bisa lagi dibaca. Dengan adanya softcopy, seluruh akta dari notaries  se-Indonesia pun bisa disimpan di Kemenkum-HAM untuk dokumentasi,” jelasnya.

    Memanfaatkan teknologi informasi, harus segera dilakukan untuk mempermudah kelancaran segala sesuatu, termasuk dalam kegiatan kenotariata. Pihaknya pun akan segera mendigitaliasi seluruh kegiatan kenotariatan agar dapat memangkas birokrasi, mengurangi ongkos-ongkos yang tidak diperlukan, dan mengurangi kegaitan face to face antara staf Kemenkum-HAM dengan notaris”

    Mari gunakan prinsip integritas untuk itu. MKN Jangan segan-segan memberi sanksi kepada notaris yang menyalahgunakan kewenangan dengan melakukan hal yang tidak patut.  Kalau notaries melakukan hal tak patut, investor akan tanam modal di negara lain karena kita tidak taat azas yang ada,” katanya.

    Sementara iti Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan pihaknya mendapatkan kormatan karena telah dipercaya menjadi tuan rumah kongres berskala nasional ini. Dirinya berharap kongres berjalan dengan lancar dan tidak muncul keributan.

    Bagi kami tuan rumah banyak keuntungan, ribuan orang datang kesini. Hotel dan wisma penuh, pempek habis, songket diborong, Alhamdulillah.Saya berharao berjalan dengan lancar, tidak ada ribut-ribut, dan tidak ada ikatan notaries tandingan,”tegasnya”(mdn)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com