• Membangun Kebersamaan, Melalui Perayaan Hardiknas

    0

    4dce09dd-5a72-49ff-98ce-d451e6f9b75bKAYUAGUNG, jurnalsumatra.com – Setiap tanggal 2 dibulan mei, seluruh bangsa Indonesia, terutama civitas pendidikan merayakan Hari Pendidikan Nasional. Peringatan tersebut juga untuk mengenang jasa tokoh pelopor pendidikan kita, yakni Ki Hadjar Dewantara. Beliau merupakan sosok yang memperjuangkan hak pendidikan untuk setiap masyarakat, tidak memandang Suku, Ras, Agama maupun kelas Sosial.

    Ki Hadjar Dewantara yang terkenal melalui kata-katanya; “Ing Ngarso Sungtulodo, Ing Madya Mangunkarso, Tut Wuri Handayani” (Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan) lahir tanggal 2 mei, dan hari lahirnya dijadikan untuk memperingati Hardiknas.

    Di Kabupaten OKI, kegiatan memperingati Hardiknas, salah satunya dilaksanakan Guru-guru Paud, yang tergabung di Gugus V Dahlia, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI. Riska Aprianti, S.Pd Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan peringatan Hardiknas oleh Gugus V Dahlia ini, diikuti oleh sekitar 400 anak/peserta dari 11 Paud di Kecamatan Lempuing dan perwakilan Mesuji Raya.

    Kegiatan peringatan diisi oleh berbagai kegiatan, seperti perlombaan mewarnai, baca puisi, doa, hulla hoopdan kemandirian. Kegiatan berlangsung satu hari dan langsung diumumkan juaranya.

    Ovi Artati, S.Pd. penanggungjawab kegiatan sekaligus ketua Gugus V Dahlia, menambakan jika kegiatan ini tidak saja untuk memperingati Hardiknas, tetapi juga sebagai ajang silahturami dan mendekatkan penggiat Paud, baik guru maupun murid di sekitar Kec Lempuing.

    Lebih lanjut, Ovi menegaskan bahwa ajang ini menjadi sarana kolaborasi seluruh Stakeholder ABG (Academic, Bussines and Government) yang peduli terhadap kemajuan pendidikan.  Hal ini dibuktikan dengan keterlibatan unsur pemerintahan Desa Bumi Arjo, UPTD, Kecamatan dan dukungan dari pihak perusahaan yakni Sampoerna Agro, Wilmar dan Thamrin Brother.  Tanpa dukungan banyak pihak, kegiatan tentunya tidak bisa terealisasi dengan baik, imbuhnya.

    Joko Wahyudi, Kepala Desa Bumi Arjo, ketika diminta informasi, menyampaikan jika pendidikan itu adalah sebagai hak dasar warga Negara dan salah satu hal yang paling penting dalam kehidupan. Pendidikan, terutama pendidikan usia dini dan dasar yang membentuk bagaimana kualitas generasi muda nantinya. Dalam kesempatan yang sama, beliau mengucapkan terima kasih kepada Bunda-bunda (Guru Paud), karena meski minim dukungan tetap bersabar dan tekun dalam mengajar dan mengabdi di dunia Pendidikan.

    Senada dengan itu, Camat Kecamatan Lempuing, Ahmad Tohari, SE, MM, M.Si, menegaskan jika guru merupakan aktor paling penting dalam dunia pendidikan. “Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa; jika berjasa & prestasi tidak ada yang apresiasi, sedikit salah kita maki, pungkasnya.” Beliau memberi ilustrasi, jika anak didik pintar dan berprestasi orang tua yang disanjung, namun ketika menemukan anak yang kurang cerdas, guru yang disalahkan. Padahal, menurut beliau, salah satu yang ikut bertanggung jawab terhadap dunia pendidikan adalah Keluarga, selain Pemerintah dan Masyarakat tentunya.

    Pemerintah tugasnya memfasilitasi, Masyarakat mengawasi dan Keluarga berperan aktif mendukung Pendidikan anak. Dalam sambutannya, sekaligus membuka acara,  beliau menyampaikan jika di era sekarang, tugas guru lebih berat. Selain mengajar, guru harus juga dapat mendidik.

    Mengajar untuk mengasah kemampuan kognitif dan psikomotorik, sementara mendidik lebih kepada afektif. Oleh karena itu, Guru tidak saja mempunyai tugas untuk mengasah kecerdasan anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan agar menghasilkan anak yang mempunyai tingkat intelektual yang tinggi, juga memiliki moral dan etika yang baik. Dengan tugas yang berat seperti itu, sudah seharusnya masyarakat dan orang tua mendukung dan mengapresiasi kerja guru, tambahnya.

    Antonius Yostinus, Manager PKS Belida, PT Aek Tarum (Sampoerna Agro Group), sebagai perwakilan pihak Swasta, saat memberi sambutan, menegaskan jika Perusahaan mempunyai perhatian dan komitmen terhadap Pendidikan melalui Program-kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan.

    Hal tersebut bisa dilihat dari apa yang telah dilaksanakan Perusahaan dan tertuang dalam rencana kerja tahunan CSR. Beliau menambahkan, sinergisitas semua pemangku kepentingan ini harus ditingkatkan lagi, Pemerintah, Masyarakat dan Swasta harus dekat, akrab dan tentunya saling memberi manfaat, pungkasnya.

    Salah satu orang tua murid, ketika dimintai keterangannya, mengaku jika kegiatan seperti ini sangat menarik dan disambut baik oleh Orang Tua murid. Justru yang terpenting bukan lomba atau juaranya, tetapi dapat berkumpul bersama dan silahturami dengan wali murid dari Paud yang lain. Salah satu kebaikan adalah silahturami dan terus menambah sahabat dan saudara, ucapnya semangat.(ata)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com