• Membangun Karakter Pemuda Indonesia

    0
    Penulis : Muhammad Aufal Fresky ( Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Airlangga/  Ketua Komunitas Airlangga Menulis/ Aktivis HmI Komisariat Ekonomi Airlangga/ DPO (Dewan Pertimbangan Organisasi) LPM Mercusuar Unair)

    Penulis : Muhammad Aufal Fresky ( Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Airlangga/ Ketua Komunitas Airlangga Menulis/ Aktivis HmI Komisariat Ekonomi Airlangga/ DPO (Dewan Pertimbangan Organisasi) LPM Mercusuar Unair)

    Indonesia adalah sebuah negara yang dibangun atas dasar perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Kita tahu bahwa para pahlawan itu adalah manusia yang memiliki sifat dan sikap yang   patut untuk ditiru oleh segenap generasi bangsa. Terutama pemuda Indonesia yang sedang mencari jati dirinya. Tentunya kita mengerti berbagai permasalahan yang terjadi adalah sebuah cerminan bangsa ini sedang mengalami krisis karakter. Banyak hal yang bisa ditinjau, mulai dari pergaulan bebas, penggunaan narkoba, tawuran, maraknya tindak pidana korupsi dan sebagainya. Tulisan ini fokus pada bagaimana membina para pemuda Indonesia agar nantinya memiliki kepribadian yang luhur serta akhlak yang mulia.

    Terdegradasinya karakter pemuda merupakan dampak dari berbagai hal. Terutama pegangan agama yang masih lemah, krisis ketauladanan generasi tua, penyalahgunaan perkembangan teknologi dan informasi, dan sebagainya. Pemuda adalah kumpulan orang-orang yang sedang memasuki fase dimana gairah dan geloranya masih membara. Jika gelora muda dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, maka bukan hal yang mustahil jika nantinya generasi muda bisa memberikan penemuan dan terobosan baru dalam memecahkan permasalahan bangsa yang terjadi. Institusi pendidikan juga dianggap kurang efektif dalam membina moralitas generasi muda. Buktinya institusi pendidikan dianggap hanya mampu mencetak generasi yang pintar dan cerdas tetapi moralitasnya kosong.

    Karakter adalah modal utama dalam menyongsong masa depan. Masa depan adalah miliki para pemuda yang memiliki karakter yang tangguh. Seharusnya mulai dari sekarang kita belajar membina karakter diri kita sendiri. Mulai dari membiasakan diri berkata dan berbuat jujur kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun kita berada. Karena kejujuran adalah bagian dari akhlak yang mulia. Kejujuran adalah bagian dari kebajikan. Perlu dimengerti bahwa bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi muda yang cerdas. Lebih dari itu, bangsa ini membutuhkan generasi yang berkarakter dan beradab. Jangan sampai kepintaran dan kecerdasan yang kita miliki dimanfaatkan sebagai sebuah alat untuk menipu orang lain. Apalagi digunakan untuk mengeruk kekayaan negara untuk kepentingan diri sendiri. Karena itu akan berdampak kerugian bagi masyarakat banyak. Hal itu akan membawa bangsa ini ke lembah kehancuran. Ingat, bangsa yang besar dibangun oleh ketulusan niat dan keluhuran perilaku.

    Maka mulai dari saat ini kita perlu membiasakan diri untuk senantiasa menjalankan kehidupan sehari-hari berdasarkan ajaran nilai-nilai luhur. Selain menerapkan nilai kejujuran, kita bisa juga belajar dan membiasakan diri untuk menghargai serta menghormati orang yang lebih tua dari kita. Karena hal itu adalah bagian dari karakter yang mulia. Sebagai pemuda, kita juga bisa belajar menghormati perbedaan yang terjadi di tengah masyarakat. Mulai dari bersifat toleran dengan orang-orang yang berbeda dengan kita dan lain sebagainya.

    Pembinaan karakter pemuda Indonesia bukan suatu hal yang instan. Hal tersebut memerlukan proses yang panjang. Pemerintah perlu mendesai rancangan undang-undang yang mengatur sistem pendidikan nasional agar lebih mengarah pada pembinaan karakter generasi muda Indonesia. Selama ini kita terlalu seakan-akan terlalu fokus dalam mencerdaskan intelektualitas pemuda Indonesia, tetapi mengabaikan sisi kepribadian pemuda Indonesia itu sendiri. Tak heran pemuda sekarang menjadi generasi yang gampang terpengaruh oleh gempuran berbagai macam kebudayaan asing yang masuk melalui internet dan media massa. Sehingga secara tidak langsung, pemahaman dari luar  bisa berdampak pada hilangnya jati diri pemuda Indonesia itu sendiri. Pemuda Indonesia harus memiliki pendirian dan sikap yang konsiten terkait jati dirinya. Mereka haruslah sadar bahwa mereka adalah putera-peteri yang dilahirkan untuk berbakti dan mengabdi kepada tanah airnya.

    Oleh karena itulah, dalam membina karakter pemuda Indonesia diperlukan betbagai pihak untuk terlibat. Mulai dari pemerintah sebagi pembuat regulasi dan kebijakan, institusi pendidikan, lembaga swadaya masyarakat dan sebagainya. Semua harus menyadari terkait pentingnya membangun generasi muda yang beradab. Karena beberapa tahun ke depan, para pemudalah yang akan menjadi pemimpin bangsa. Jangan sampai bangsa ini semakin terpuruk karena generasi mudanya tak  memiliki karakter yang baik. Selain itu, sudah semestinya para pemimpin sekarang memberikan contoh ketauladanan yang baik kepada generasi mudanya. Sehingga para pemuda bisa meniru dan mencontoh para pemimpin yang memilkim sikap dan akhlak yang baik. Peran serta tokoh masyarakat juga penting dalam membangun dan membentuk mentalitas dan karakter pemuda Indonesia. Para tokoh mayarakat bisa melakukan banyak hal untuk memberikan arahan kepada generasi muda. Bisa dengan cara memberikan ketauladanan, sering berdiskusi dengan generasi muda, sering mengadakan acara-acara yang melibatkan partisipasi generasi muda, dan lain sebagainya. Tak kalah lebih penting lagi yaitu terkait perubahan generasi muda itu sendiri. Kita sebagai generasi muda harus memilki kemauan dan keinginan yang kuat untuk berubah dan berbenah menjadi pribadi yang memilki karakter luhur. Harus ada komitmen dalam diri kita untuk menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi agama, nusa dan bangsa. Penulis : Muhammad Aufal Fresky (Pambantu Tetap Jurnal Sumatra)

     

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com