• Masyarakat Amfoang Larang Aktivitas Di Kawasan Naktuka

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Warga Amfoang Timur, Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Distrik Oecusse, Timor Leste  melarang warga Timor Leste  untuk beraktivitas di kawasan sengketa Naktuka.
    “Masyarakat kita telah meminta agar lahan sengketa itu tidak ada aktivitas namun hingga saat ini aktivitas masyarakat dari Timor Leste terus terjadi di daerah itu,” kata Tokoh Adat Amfoang Timur Tom Kameo kepada Antara di Kupang, Kamis.
    Sebelumnya Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang telah mengeluarkan peraturan yang melarang masyarakat Amfoang Timur untuk tidak beraktivitas di atas lahan sengketa di Naktuka yang luasnya mencapai 1.690 hektare itu.
    Larangan ini sengaja dikeluarkan agar tidak terjadi konflik atau perang tanding untuk memperebutkan lahan yang terbilang subur tersebut.
    “Peraturan itu ditaati oleh masyarakat kita, namun justru Pemerintah Timor Leste-lah yang membiarkan secara bebas masyarakatnya beraktivitas di daerah itu,” tambahnya.
    Tom Kameo yang merupakan Tokoh Adat yang peduli dengan masalah perbatasan di Kawasan Sengketa Naktuka itu menilai pemerintah pusat lamban dalam penyelesaian kasus Naktuka.
    Hal ini terbukti dengan berlarut-larutnya penyelesaian masalah itu, yang justru kedepannya akan menimbulkan konflik di antara warga.
    Sejauh ini, warga Amfoang Timur menurutnya sudah terlalu lama menahan diri untuk tidak beraktivitas di daerah itu.
    “Keberadaan Pasukan Pengaman Wilayah perbatasan juga menjadi pemikiran buat masyarakat Amfoang Timur untuk melakukan tindakan-tindakan yang menjurus kepada konflik,” tambahnya.
    TNI sendiri sejauh ini selalu memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat Amfoang Timur agar tidak mengambil tindakan gegabah yang menjurus kepada konflik, sehingga sampai saat ini kondisi keamanan di kawasan sengketa itu tetap terkendali dengan aman.
    Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Kupang Thimotius Oktavianus kepada Antara mengatakan hingga saat ini Pemda Kabupaten Kupang telah melakukan segala cara untuk memfasilitasi perundingan masalah lahan sengketa tersebut.
    “Inikan masalah antarnegara, kita Pemda hanya bisa memfasilitasi agar perundingan soal lahan ini bisa segera selesai. Kami hanya tidak ingin kedepannya timbul konflik antarmasyarakat walaupun masih ada hubungan darah antarwarga kita dengan warga Timor Lests,” ucapnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com