• Mahasiswa UIN Tolak Rektor Baru

    0
    uin

    Mahasiswa UIN Tolak Rektor Baru

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Sejumlah mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) UIN Raden Fatah Palembang menggelar aksi damai di Halaman Gedung DPRD Sumsel, Jumat (20/5). Massa menolakan hasil pemilihan Rektor UIN Raden Fatah Palembang terkait terpilihnya Rektor UIN Raden Fatah Palembang yang baru yang dijabat Prof Sirozi.

    Masa aksi masuk ke gedung wakil rakyat dengan menggotong sebuah pocong putih yang dicorat coret berisikan tulisan protes atas matinya demokrasi di UIN Raden Fatah Palembang. “Pemberitahuan rektor baru secara mendadak dan tidak melalui Senat UIN Raden Fatah,” kata koordinator Aksi Robert Maysandi saat orasi di hadapan teman-temannya.

    Ironinya, Senat UIN Raden Fatah mendapatkan informasi tentang terpilihnya rektor baru dan akan segera dilantik pada pukul 14.00 tanggal 12 Mei 2016 melalui pesan singkat yang disampaikan Rektor terpilih “Bukan melalui Kemenag RI,” sebut Robert.

    Selain itu, pada peraturan Menteri Agama (PMA) No 68 Tahun 2015 tersebut Kemenang RI melalui hak prerogatifnya  tidak mencerminkan demokrasi karena di nilai Kemenag RI membunuh otonomi kampus dengan menjadikan Senat Kampus hanya pelengkap saja.

    “Tidak adanya transparansi dan publikasi dari hasil mekanisme tahapan-tahapan pemilihan rektor sebagaimana tahapan yang diatur pada pasal 4 sampai pasal 6 PMA No 68 tahun 2015, dinilai cenderung dengan lobi-lobian Money Politic,” ujarnya.

    Lanjutnya, mahasiswa menolak Peraturan Menteri Agama No 68 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentianrektor dan Ketua pada perguruan tinggi keagamaan, mendesak pihak DPRD Sumsel untuk berkoordinasi dengan Kementrian Agama RI dalam rangka mengkaji ulang dan mengevaluasi serta mencabut Peraturan Menteri Agama No 68 tahun 2015 tersebut.

    “Kami menolak hasil keputusan Menteri Agama RI tentang penetapan Rektor UIN raden Fatah Palembang  dengan Surat keputusan Menteri Agama RI No B.11/308205,08206 dan 08207 karena dianggap telah terjadi pemakzulan demokrasi,” ungkapnya.

    Sementara, Kurniati Sari selaku Kasubag Aspirasi Setwan DPRD Sumsel yang menerima para pendemo meminta maaf karena tidak ada anggota DPRD Sumsel yang menemui pendemo karena sedang melaksanakan tugas di luar. “Ini sebetulnya bidangnya Komis V DPRD Sumsel. Kami akan bantu memfakskan tuntutan mahasiswa sekalian ke Menag RI dan DPR RI,” tutupnya. (eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com