• Maarif Institute Akan Rilis Indeks Kota Islami

    0

        Jakarta, jurnalsumatra.com – Maarif Institute akan merilis Indeks Kota Islami (IKI) pada Selasa (17/5) yang menggambarkan indeks kota-kota Indonesia yang aman, sejahtera dan bahagia.
    “Kami memahami kota Islami dalam perspektif yang lebih luas, berbeda dengan istilah kota Islam atau kota syariah,” kata Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq lewat keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.
    Dia mengatakan kota Islami itu seperti dicontohkan Bung Hatta kepada masyarakat agar hidup dengan filosofi garam, tidak nampak tapi terasa, bukan seperti gincu.
    Kota Islami ditandai kehadiran berbagai kebijakan pembangunan kota yang berorientasi pada penciptaan sistem kota yang aman, sejahtera dan bahagia.

        Ketiga variabel kunci itu, kata Fajar, merupakan turunan operasional dari konsep negara atau kota ideal menurut Alquran. Kota Islami tidaklah mensyaratkan demografi penduduknya menganut agama Islam dalam jumlah tertentu, bahkan homogen 100 persen secara agama.
    “Apakah proses pembangunan kota-kota di Indonesia sudah mengarah pada upaya pencapaian ketiga variabel tersebut? Jadi indeks ini melampaui wacana negara Islam atau khilafah yang masih diusung beberapa kelompok Islam,” kata dia.
    Menurut dia, dua ormas keagamaan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) telah dan terus membumikan nilai-nilai Islam dalam tata kehidupan bernegara meski tanpa khilafah. Dua ormas ini tidak menuntut pendirian negara berdasarkan agama.

        Direktur Riset Maarif Institute Ahmad Imam Mujadid Rais mengatakan penelitian dilakukan di 29 kota dari total 93 kota di Indonesia. Gagasan Indeks Kota Islami muncul saat mengamati Indeks Negara Islami yang menempatkan Indonesia di urutan 140.
    “Kami menyusun puluhan indikator untuk setiap variabel kunci dengan berbasis data sekunder. Banyak temuan menarik dalam penelitian yang memakan waktu hampir setahun ini,” kata Rais.
    Di antara temuan tersebut, kata dia, tidak ada hubungan langsung antara komposisi pemeluk agama Islam dengan tingkat ke-Islamian sebuah kota. Kota yang jumlah penduduk Muslimnya minoritas punya kans besar masuk asal memenuhi ketiga variabel aman, sejahtera dan bahagia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com