• Lulusan SMA Di Riau Diimbau Sumbangkan Seragam

    0

         Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau mengimbau siswa/siswi SMA sederajat yang dinyatakan lulus ujian nasional untuk menyumbangkan seragam maupun buku-buku yang tidak terpakai kepada siswa kurang mampu atau daerah lain yang memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan.
    “Bukan hanya baju tetapi juga buku bisa disumbangkan ke sekolah yang termarginalkan seperti daerah perbatasan, itu lebih baik dari pada buku tersebut disimpan dan tidak terpakai,” kata Kepala Disdikbud Provinsi Riau Kamsol di Pekanbaru, Sabtu.

         Dikatakannya, para siswa maupun siswi yang kurang mampu, biasanya harus mengeluarkan biaya untuk membeli buku. Begitu juga dengan seragam sehingga sumbangan keduanya adalah hal yang sangat membantu.
    “Kami mengimbau kepada yang anak-anak yang terima kelulusan nantinya jangan mencorat-coret seragamnya, lebih bagus diberikan kepada adik kelas atau siswa lain yang kurang mampu, itu lebih bermanfaat,” katanya.
    Pengumumanan kelulusan Ujian Nasional akan diumumkan Sabtu (7/5) sore. Sebagai bentuk rasa syukur siswa/siswi harus memaknainya dengan melakukan hal-hal yang positif dan berguna seperti menyumbangkan baju dan buku ke sekolah yang tidak mampu.

         Senada dengan provinsi, Disdikbud Kota Pekanbaru juga telah mengimbau dengan tegas baik melalui surat maupun lisan agar sekolah-sekolah menetapkan larangan corat-coret seragam saat kelulusan. Sebagai antisipasi tindakan corat-coret seragam pihaknya telah meminta para siswa untuk mengenakan baju melayu ketika melihat dan mendengarkan hasil pengumuman ke sekolah Sabtu sore ini.
    “Sudah diminta tidak boleh menggunakan seragam sekolah putih abu-abu. Namun menggunakan pakaian khas Provinsi Riau yakni baju melayu,” ujarnya.

         Tujuannya agar kelihatan sekolah mana yang melakukan pelanggaran telah mencorat-coret seragamnya. Selain itu pihaknya juga melarang keras agar para siswa yang lulus tidak melakukan konvoi. Sebab kegiatan tersebut rawan kecelakaan dan tindak kekerasan, selain juga akan mengganggu arus lalulintas umum.
    Jika ditemukan, ia menegaskan lagi pihak sekolah bahkan disdik tidak bertanggungjawab jika kepolisian melakukan penertiban.”Kami sudah ingatkan, dan menyerahkan mereka yang melanggar lalulintas ke pihak kepolisian,” tambahnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com