• Legislator: Ratusan Anak Mataram Jadi Kurir Narkoba

    0

         Mataram, jurnalsumatra.com – Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram Gus Ari menyatakan ratusan anak di kota ini terindikasi menjadi kurir bandar narkoba yang harus menjadi perhatian pemerintah terutama Lembaga Perlindungan Anak (LPA).
    “Datanya, silakan dicek di Badan Narkotika Kota Mataram maupun di BNN Provinsi NTB dan Polda NTB, ternyata banyak anak yang dimanfaatkan menjadi kurir narkoba, jumlahnya pun bukan puluhan tetapi ratusan,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.
    Pernyataan itu disampaikannya saat memerima rombongan pengurus LPA Kota Mataram melakukan dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Kota Mataram tentang perisapan peringatan Hari Anak Nasional 2016, dihadiri jajaran LPA Kota Mataram, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait serta ketua dan anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram.
    Politisi dari Partai Demokrat ini mencontohkan, keberadaan anak yang dimanfaatkan oleh para bandar narkoba itu bisa dilihat di kawasan Cakranegara.
    “Tidak hanya itu, pergaulan bebas dan seks bebas yang saat ini marak juga banyak menjerumuskan anak-anak kita ke dunia ‘prostitusi’,” sebutnya.
    Masalah-masalah itu, menjadi pekerjaan rumah (PR) besar dari LPA dan tanggung jawab semua orang tua dalam memberikan perlindungan dan pembinaan terhadap anak-anaknya.

         “Maraknya kasus-kasus yang menimpa anak di Kota Mataram saat ini salah satunya sebagai akibat keterbukaan informasi dan telekomunikasi sehingga menjadikan Mataram sebagai daerah gawat perilaku anak-anak,” sebutnya.
    Terkait dengan itu, lanjutnya, puncak peringatan Hari Anak Nasional yang akan berlangsung 23 Juli 2016 di Kota Mataram diharapkan tidak hanya seremonial belaka.
    “Akan tetapi, peringatan hari anak ini hendaknya menjadi momentum LPA dan masyarakat secara umum untuk membebaskan anak-anak dari berbagai aktivitas negatif itu” katanya.
    Sementara anggota Komisi IV lainnya Yoga menambahkan, selain menjadi kurir bandar narkoba dan menjadi pelaku “prostitusi”, aktivitas anak jalanan dan anak yang dipaksa menjadi pengemis oleh orang tuanya saat ini juga kembali terlihat pada beberapa titik rambu lalu lintas.
    “Ini juga menjadi bagian masalah yang harus menjadi atensi bersama untuk menyukseskan peringaran hari anak nasional,” kata Yoga.
    Menanggapi hal itu Ketua LPA Kota Mataram Nyayu Ernawati menyampaikan terima kasih atas masukan dan informasi yang diberikan para anggota dewan yang terhormat.
    “Informasi-informasi ini akan kami telusuri serta  tindak lanjuti, dan semua masalah anak kita tangani,” katanya.
    LPA Kota Mataram juga memiliki layanan “hotline” yang aktif 24 untuk menerima laporan tentang masalah anak di nomor 08190789922.
    “Artinya, kami sangat terbuka terhadap informasi tentang berbagai masalah anak untuk ditangani dan diselesaikan bersama dengan SKPD terkait,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com