• Lebak Minta BSM Tidak Digunakan Untuk Konsumtif

    0

    Lebak, jurnalsumatra.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Banten, meminta dana bantuan siswa miskin tidak digunakan untuk keperluan konsumtif.
    “Kami menerima laporan banyak orang tua siswa menggunakan dana bantuan siswa miskin (BSM) untuk membeli bahan pokok, makanan, dan angsuran kredit kendaraan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi di Rangkasbitung, Selasa.
    Selama ini, katanya, penggunaan dana BSM tidak ada perubahan, padahal siswa hanya memiliki sepatu dan pakaian seragam hanya itu saja, seharusnya program BSM ada perubahan dalam pakaian, sepatu maupun buku.
    Penyaluran dana BSM bertujuan untuk membantu siswa yang tidak mampu agar mereka bisa melanjutkan pendidikannya.
    Selain itu program Nawacita Pemerintahan Joko Widodo dengan kartu pintar.
    Peruntukan dana BSM itu antara lain untuk biaya transportasi, pembelian peralatan sekolah, dan buku. Karena itu, pihaknya meminta orang tua agar dana BSM tersebut untuk kepentingan anaknya.
    “Saya kira dana BSM itu agar anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa melanjutkan pendidikan,” katanya.
    Ia menyebutkan pihaknya hingga kini belum memiliki data penerima BSM karena program itu langsung dari pemerintah pusat.
    Namun siswa yang menerima program BSM untuk jenjang SD sebesar Rp450 ribu dan SMP/SMA/SMK sebesar Rp1 juta per tahun.
    Penyaluran bantuan tersebut masing-masing per siswa melalui rekening Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) dan BRI setempat.
    “Kami terus mengawasi penyaluran dana itu agar tidak diselewengkan oleh orang tua siswa untuk keperluan lain,” katanya.
    Ia mengatakan, siswa dari keluarga miskin di Kabupaten Lebak, selain menerima BSM juga dana bantuan sekolah (BOS), bantuan khusus murid (BKM), dan subsidi silang.
    Bantuan tersebut guna meningkatkan pelayanan pendidikan agar anak-anak tidak putus sekolah.
    Pemerintah menggelontorkan dana pendidikan cukup besar untuk mendukung program wajib pendidikan 12 tahun.
    “Dengan bantuan bagi siswa miskin itu diharapkan tidak ada lagi anak putus sekolah,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com