• Kemensos Rekrut 10 Ribu Pendamping PKH

    0
    Tim Kemensos Saat Pembahasan Dengan Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva'iSE, Guna Merekrut 10 Ribu Pemdamping PHK..

    Tim Kemensos Saat Pembahasan Dengan Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva’iSE, Guna Merekrut 10 Ribu Pemdamping PHK..

    Lahat, jurnalsumatra.com – Kementerian Sosial (Kemensos) RI akan merekrut 10.000 tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan 1.000 operator PKH terkait perluasan program tersebut. Hal inilah yang disampaikan langsung oleh Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE melalui Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Kadinkessos) Lahat, Drs H Harinus MM didampingi Koordinator PKH Kabupaten Lahat, Dani Setianto.

    Menurut Dani, pendaftaran akan dilaksanakan secara daring (online) melalui website http//seleksisdmpkh2016kemsos.go.id mulai 26 April pukul 06.00 WIB sampai dengan 8 Mei 2016 pukul 24.00 WIB. “Website mulai bisa dibuka pada 26 April pukul 00.00 WIB. Disitu tercantum semua syarat yang dibutuhkan,” jelas dia.

    Ia menyebutkan, perekrutan kali ini akan melibatkan akademisi khususnya bidang psikologi agar para pendamping dan operator nantinya mampu memahami psikologis peserta.

    “Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 16 Mei 2016 melalui websitewww.kemsos.go.id serta melalui surat elektronik dan pesan singkat langsung kepada masing-masing pelamar yang dinyatakan lulus seleksi,” ungkap Harinus.

    Ia mengatakan, setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi, pelamar akan mengikuti seleksi tes kompetensi bidang untuk pendamping meliputi psikotes, observasi dan tes tertulis.

    “Sedangkan bagi pelamar untuk operator PKH akan menjalani seleksi psikotes, tes praktik observasi dan tes tulis yang akan dilaksanakan di dinas sosial atau instansi sosial provinsi lokasi pelaksanaan PKH 2016,”ucapnya.

    Dari 10.000 untuk tenaga pendamping dan 1.000 bagi operator PHK, sambung Harinus, semuanya merupakan untuk perekrutan se Indonesia.  Sedangkan untuk Kabupaten Lahat sendiri, kita belum tahu berapa banyaknya tenaga pendamping dan operator PKH.

    “Karena kita masih menunggu dari Kemensos. Namun yang pasti, dari kemensos sudah memberitahukan terhadap perekrutan bagi pendampig dan operator PKH se Indonesia,” tukasnya lugas.

    Dani Setianto menambahkan, Kemensos memperluas jangkauan PKH dari 3,5 juta keluarga sangat miskin pada 2015 ditambah 2,5 juta pada 2016. PKH merupakan program bantuan tunai bersyarat bagi keluarga sangat miskin yaitu ibu hamil, punya bayi atau balita, atau anak usia sekolah.

    “Pendamping PKH bertugas mendampingi dan memastikan peserta program untuk melaksanakan syarat yang ditentukan yaitu ibu hamil memeriksakan kehamilannya, bayi dan balita mendapat imunisasi dan asupan gizi yang baik serta memastikan anak sekolah hadir di sekolah minimal 85 persen dari absensi,” imbuh Dani secara tegas. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com