• Kemenag: 1.122 Ponpes Di Lebak Bebas Narkoba

    0

         Lebak, Banten, jurnalsumatra.com – Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Lebak Asep Sunandar menyebutkan sebanyak 1.122 pondok pesantren dengan sistem pembelajaran salafi maupun modern terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
    “Kami memberikan apresiasi terhadap pengelola ponpes yang turut berpartisipasi dalam pemberantasan narkoba itu,” kata Asep, di Lebak, banten, Senin.
    Menurutnya, selama ini, pengajaran ponpes di Kabupaten Lebak dinilai cukup bagus dalam membantu program pemerintah yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
    Apalagi, saat Ramadan banyak ponpes menyelenggarakan pengajian khusus, seperti kitab gundul untuk memperdalam ilmu fikih, tauhid dan bacaan qiro’at Alquran.
    Kementerian Agama terus mengoptimalkan pembinaan agar lulusan ponpes memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) dan bisa berperan di masyarakat.
    Kabupaten Lebak hampir semua desa memiliki ponpes, sehingga dapat mencegah peredaran narkoba maupun paham radikalisme seperti terorisme.
    Kehadiran ponpes sebagai lembaga pendidikan agama Islam juga pencetak ulama, menurutnya, tentu harus mencerminkan sosok berilmu, berakhlak dan bertakwa kepada Allah SWT.
    Karena itu, pihaknya menjamin ponpes di Lebak bebas dari narkoba yang jelas-jelas haram dan tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi manusia.
    “Kami meyakini ponpes itu terbebas dari narkoba dengan alasan barang itu sangat diharamkan dan juga membawa kemudaratan,” katanya lagi.

         Menurut dia, narkoba dapat menghancurkan generasi bangsa dan juga  membawa kemudaratan, selain terserang berbagai penyakit yang bisa mematikan juga menimbulkan penyakit gangguan jiwa.
    Saat ini kematian akibat narkoba di Tanah Air mencapai 50 orang per hari.
    Karena itu, kata dia, narkoba merupakan musuh umat Islam, karena bisa menghancurkan anak-anak bangsa.
    “Kami terus memaksimalkan pembinaan hukum dengan melibatkan aparat kepolisian agar ponpes tidak terkontaminasi narkoba itu,” ujarnya pula.
    Ia menyebutkan, saat ini jumlah ponpes di Kabupaten Lebak sebanyak 1.122 unit, di antaranya 16 unit ponpes modern yang tersebar di 28 kecamatan.
    Pola pembelajaran ponpes salafi mengembangkan pendidikan agama Islam, di antaranya kitab kuning, sorogan, nahu, tafsir Quran, dan akhlak.
    Sedangkan, ponpes modern menerapkan kurikulum Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seperti Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Sejarah Islam, Biologi, Ekonomi, Tafsir Quran, dan lainnya.
    “Kami menjamin semua ponpes dan santri di Lebak terbebas dari penyalahgunaan narkoba, karena mereka mengetahui mana yang halal dan haram,” katanya lagi.
    Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Dede Jaelani mengatakan, pihaknya selama ini belum pernah menerima laporan adanya ponpes dan santri yang terlibat penyalahgunaan narkoba, mengingat ponpes di Lebak mengembangkan pendidikan agama Islam agar bisa terbebas dari pengaruh maupun pengedar narkoba.
    “Kami optimistis ponpes di Lebak terbebas dari narkoba, karena mereka benar-benar mendalami ilmu-ilmu keagamaan, di antaranya tauhid dan fikih,” katanya lagi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com