• Keamanan Perbatasan Amankan 5,6 Ton Minyak Tanah

    0

        Kupang, jurnalsumatra.com – Aparat keamanan yang bertugas di Pintu Utama Perbatasan RI-Timor Leste di Mota Ain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur berhasil mengamankan 5,6 ton minyak tanah yang hendak diselundupkan ke wilayah bekas provinsi ke-27 Indonesia itu.
    Kepala Kepolisian Resor Belu AKBP Dewa Putu Gede Artha ketika menghubungi Antara dari Atambua, Jumat, mengatakan bahan bakar minyak minyak (BBM) jenis minyak tanah itu dikemas dalam 28 drum yang diangkut truk tronton BCA Trans Express.
    Ia mengatakan ketika truk tersebut hendak melintas di pintu batas negara, Kamis (5/5), petugas keamanan perbatasan di Mota Ain menghentikan dan mendapatkan 28 drum berisi minyak tanah sebanyak 5,6 ton dalam bak truk tronton tersebut.

        Kapolres Gede Artha menambahkan petugas keamanan perbatasan di pintu utama Mota Ain kemudian menggiring truk tronton tersebut ke kantor Pabean lama milik Bea Cukai di Atapupu untuk dilakukan pembongkaran dan pemeriksaan.
    “Pembongkaran dilakukan petugas Bea Cukai dan disaksikan oleh aparat Polres Belu dan sejumlah aparat lainnya. Saya menyaksikan langsung pembongkaran tersebut,” ujarnya.
    Kapolres Belu mengatakan pihaknya sudah mencurigai adanya barang bawaan lain dalam bak truk tronton BCA Trans Ekspress tersebut dari Atambua, ibu kota Kabupaten Belu.
    “Kami sudah curiga, sehingga sejumlah personel kami langsung membuntuti truk tronton tersebut dari Atambua sampai Mota Ain, dan meminta petugas keamanan perbatasan untuk memeriksanya,” ujarnya.

        Ia mengatakan barang bukti berupa minyak tanah sebanyak 5,6 ton yang dikemas rapi dalam 28 drum itu, sudah disita sebagai barang bukti, sedang sopir truk tersebut sedang dalam pemeriksaan intensif di Polres Belu di Atambua.
    Kapolres Belu mengatakan pihaknya terus meningkatkan operasi bersama aparat keamanan di perbatasan kedua negara terhadap arus lintas barang di Mota Ain, baik dari dan ke Timor Leste.
    Pada akhir April lalu, tim buru sergap (Buser) Polres Belu, juga mengamankan 3.380 bahan bakar minyak (BBM) berbagai jenis yang diduga akan diselundupkan ke wilayah bekas jajahan Portugis itu.

        Bahan bakar minyak yang akan diseberangkan tanpa surat-surat legal itu tersimpan dalam 291 jerigen berisi lima liter dan 55 jerigen berisi 35 liter di dalam gubuk pesisir pantai Dusun Mota Ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu yang sudah menjadi target operasi Polres Belu.
    Desa yang berada sangat dekat dengan zona batas kedua negara yang memiliki satu budaya itu, selama ini diendus sebagai lokasi penyimpanan barang selundupan termasuk BBM, sebelum diseberangkan secara ilegal melalui sejumlah jalur tikus di wilayah itu menuju Timor Leste.
    “Sejumlah barang bukti itu sudah diamankan dan selanjutnya aparat sedang lakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap otak dibalik aksi penyelundupan tersebut,” kata Gede Artha.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com