• KAI Pastikan Fasilitas Umum Kebonharjo Dibangun Lagi

    0

    Semarang, jurnalsumatra.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang memastikan fasilitas umum di kawasan Kebonharjo, Semarang, yang terdampak rel pelabuhan akan dibangun kembali.
    “Dari 130 lahan di Kebonharjo yang terdampak rel pelabuhan kan ada fasilitas umum. Tidak perlu khawatir, kami bangunkan lagi,” kata Kepala PT KAI Daops IV Semarang Andika Tri Putranto di Semarang, Rabu.
    Setidaknya ada 130 bidang lahan, baik rumah maupun fasilitas umum di Kebonharjo Semarang yang terdampak pembangunan jalur rel yang menghubungkan Stasiun Tawang dengan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
    Dari sebanyak 130 lahan itu, terdapat 12 fasilitas umum, yakni dua sekolah atau tempat pendidikan Alquran (TPA), dua masjid, dua mushala, dan enam fasilitas umum lainnya, seperti poskamling.
    Pembangunan kembali fasilitas umum itu, kata Andika, akan dilakukan di lahan milik KAI yang tidak terdampak pembangunan rel pelabuhan dan sepenuhnya ditanggung oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
    Sementara itu, Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Gatut Sutiyatmoko menambahkan pembangunan fasilitas umum pengganti lahan terdampak di Kebonharjo akan dilakukan secepatnya di lahan milik KAI.
    Menurut dia, KAI sudah menyediakan lahan pengganti untuk pembangunan fasilitas umum itu, seperti sekolah, masjid, dan mushala yang nantinya tetap akan diatur dengan sistem perjanjian kontrak.
    “Ya, semuanya nanti diatur dengan sistem perjanjian kontrak, termasuk fasilitas umum. Meskipun nanti bisa saja nilai sewanya nol rupiah alias gratis karena merupakan fasilitas umum,” katanya.
    Ia mengakui perjanjian kontrak merupakan mekanisme yang harus dilakukan sesuai dengan prosedur untuk langkah penjagaan aset KAI, sebab fasilitas umum tersebut dibangun di atas lahan milik KAI.
    Selain dibangun kembali, kata dia, fasilitas umum yang terdampak rel pelabuhan itu juga tetap diberi uang bongkar, sebagaimana rumah atau tempat tinggal warga yang mendapatkan uang bongkar.
    “Uang bongkar untuk fasilitas umum akan diberikan kepada pengelola, misalnya mushala kepada takmir. Diharapkan, uang bongkar ini bisa digunakan membantu melengkapi fasilitas yang kurang,” kata Gatut.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com