• Kabupaten Cirebon Juara Kreasi Makanan Berbahan Lokal

    0

        Bandung, jurnalsumatra.com – Kabupaten Cirebon menjadi juara Lomba Kreasi Makanan Berbahan Lokal yang digelar pada Festival Keanekaragaman Makanan Berbahan Lokal 2016 di kawasan Cihampelas Walk Kota Bandung, Sabtu.
    “Lomba cipta kreasi makanan berbahan baku lokal ini dikuti oleh 24 provinsi di Jabar, dan Kabupaten Cirebon menjadi yang terbaik,”  kata Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Jabar Hening Widiatmoko.
    Sedangkan juara kedua lomba itu diraih oleh Kota Cimahi dan juara ketiga Kabupaten Bandung. Penilaian dilakukan oleh tim dari Indag Jabar juga dari pakar kuliner di Jabar.
    Kegiatan yang digelar dalam rangka kampanye diversifikasi makanan itu digelar khusus untuk merangsang para pelaku usaha kreatif bidang makanan di daerah untuk menciptakan kreasi dan menu-menu baru yang belum pernah ada sebelumnya.
    Seperti dalam festival yang akan berlangsung selama dua hari di Kota Bandung itu, juga telah menghadirkan 124 makanan baru yang belum pernah ada sebelumnya dan rencanya akan dibukukan dalam sebuah buku kuliner.
    “Hari ini hadir 124 jenis makanan baru yang belum ada sebelumnya. Kami apresiasi dan akan banyak lagi jenis-jenis makanan unik dan baru lainnya dari kreasi ini,” kata Hening.
    Setiap peserta dalam kontes makanan unik dan khas berbahan baku lokal itu dibatasi dengan olahan manakan berbahan daging dan susu. Hasilnya cukup variatif, dan diterjemahkan oleh para peserta yang didominasi para anggota PKK menjadi sebuah menu makanan yang unik dengan cita rasa tinggi.

         Kegiatan itu mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat H Netty Heryawan yang menyebutkan kreasi bidang kuliner masih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.
    Namun selain menambah jenis makanan, target ke depan adalah mendorong diversifikasi makanan untuk tidak hanya tergantung pada beras dan terigu, namun bisa menggunakan bahan lainnya yang ada di daerah masing-masing.
    “Tingkat pola harapan menu makanan di Jabar tinggi mencapai 78,3 persen, sayangkan belum merata masih dominan beras dan terigu. Padahal masih banyak bahan lainnya seperti tepung jagung, kedelai, sagu dan lainnya yang bisa dikembangkan secara lokal,” katanya.
    Terkait lomba citra menu makanan Jabar, ia melihat sebagai sebuah potensi untuk dikembangkan. Dan setelah didorong dan dirangsang untuk berkreasi, akhirnya menghasilkan menu baru yang lain dari yang lain.
    “Contohnya menu dari Kabupaten Cirebon, muncul menu baru saus empal gentong, kemudian ayam gulung sambal jamlang dan lainnya. Itu nama menu baru dan belum ada sebelumnya,” katanya.
    Selain itu ada beberapa menu lainnya yang telah dikembangkan, yakni kerupuk susu. Makanan itu baru namun diprediksi akan menemukan atau bahkan telah menemukan pasarnya.
    “Saya kira kreasi kuliner seperti ini akan memperkuat daya saing produk UMKM di ajang MEA. Kami mendorong agar kuliner itu mendukung  dan menjadi bagian dari destinasi wisata di Jabar,” kata Netty Heryawan.
    Festival Keanekaragaman Makanan Berbahan Lokal Jawa Barat digelar 28-29 Mei 2015. Pada kegiatan itu juga dipamerkan berbagai jenis menu makanan dan produk makanan olahan asli Jawa Barat baik yang sudah menembus pasar maupun yang masih dalam tahap pengembangan bisnis.
    “Produk olahan, termasuk sektor makanan saat ini memberikan kontribusi bagi PRDB Jawa Barat dengan pelaku usahanya yang terus tumbuh. Kami optimistis trend makanan olahan Jabar akan berkibar, terlebih Jabar merupakan salah satu daerah yang dikenal kreatif termasuk dalam melahirkan produk makanan,” kata Kepala Indag Jabar, Hening Widiatmoko menambahkan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com