• Jeme Lahat Harus Bersabar Lomba Rakit Beranyutan Diundur

    0
    Jeme Lahat Harus Bersabar Lomba Rakit Beranyutan Diundur

    Jeme Lahat Harus Bersabar Lomba Rakit Beranyutan Diundur

    Lahat, jurnalsumatra.com – Lomba rakit dan beranyutan yang sudah menjadi tradisi Jeme Lahat yang biasa digelar oleh Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lahat, setiap tahunnya bertepatan dalam memperingati HUT Lahat.

    Namun, untuk ditahun 2016 ini, Jeme Lahat diharapkan dapat bersabar. Lantaran, padatnya jadwal perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Lahat ke147 tahun 2016 ini membuat lomba beranyutan dan rakit yang telah menjadi tradisi masyarakat ditunda. Selain itu, untuk tahun ini sendiri Pemkab Lahat menggelar teknologi tepat guna (TTG), akan menjadi even andalan disamping pesta rakyat.

    “Tidak bisa kita pungkiri, untuk HUT tahun ini memang sedikit mengalami kepadatan. Oleh karenaya, kita berharap masyarakat Lahat sedikit bersabar,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Kabupaten Lahat Drs Deswan Irsyad Msi, saat dibincangi wartawan.

    Menurutnya, lomba rakit dan beranyutan akan dilakukan pada perayaan HUT kemerdekaan RI. Dan diakui sudah ada peserta yang bertanya dan bingung kenapa jadwalnya diundur.

    “Memang hal ini susah untuk ditinggalkan. Lomba rakit dan beranyutan ini sudah seperti tradisi, karena selalu digelar oleh Pemerintah setiap HUT Lahat. Ini juga dikarenakan padatnya jadwal perayaan HUT Kabupaten Lahat dan kita telah mengusulkan untuk dimajukan tanggal 15 Mei 2016 namun tetap bisa dan kami harap masyarakat dapat memakluminya,” kata mantan Kasat Pol-PP ini.

    Diungkapkan lelaki pernah menjabat selaku Kabag Risala Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat ini, pameran TTG akan menjadi hal yang membedakan dati tahun – tahun sebelumnya dimana masyarakat kali ini dapat melihat lebih jelas tentang majunya teknologi saat ini.

    “Jika tidak ada halangan akan dilaunching oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, dan. Hiburan tahun ini tidak akan kalah semarak dibanding tahun sebelumnya,” tambahnya lagi.

    Sementara, Pardi (37) warga Pasar Bawah Tengah, Kecamatan Lahat ini menyampaikan, lomba rakit dan beranyutan sudah menjadi tradisi untuk mewarnai perayaan HUT Lahat jauh sebelumnya. Sehingga sangat disayang kan jika Pemkab Lahat tidak mengadakan even ini, apalagi situasi sungai Lematang sangat memungkinkan untuk warga menikmati tepian sungai bersama arus ombak.

    “Ya, syukurlah jika ditunda. Karena, menurut kabar yang ada sangat simpang siur, dan kami akan kecewa jika tidak ada lomba rakit dan beranyutan, karena even ini sudah mengakar sejak dulu dalam mewarnai HUT Lahat setiap tahunnya,” kata Pardi dengan lantang. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com