• Gubernur: Metode Pengajaran Bahasa Inggris Belum Sesuai

    0

         Padang, jurnalsumatra.com – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menilai ada mata rantai yang hilang dari metode pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia antara harapan yang diinginkan dari pembelajaran tersebut.
    “Harapannya masyarakat belajar Bahasa Inggris agar bisa berkomunikasi sehingga bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi metode pengajarannya bertujuan agar siswa memahami Bahasa Inggris,” kata  saat menyambut peserta seminar pengajaran Bahasa Inggris di aula gubernuran, Rabu malam.

         Menurutnya, mata rantai yang hilang itu membuat pengajaran Bahasa Inggris tidak mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, terutama dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN.
    “Harapan kita sebenarnya, dengan belajar Bahasa Inggris, masyarakat bisa berkomunikasi dengan masyarakat internasional, terutama dalam memasarkan produk daerah,” katanya.
    Ia mengatakan, komunikasi merupakan salah satu modal utama dalam MEA.

          Ia berharap, ke depan, dengan adanya seminar yang dilaksanakan ini, ada upaya untuk menemukan mata rantai yang hilang itu dan merobah metode pengajaran yang dilakukan.
    Sementara itu, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum mengatakan, seminar itu dihadiri oleh hampir semua provinsi di Sumbar.
    “Hanya Papua yang tidak mengirimkan wakilnya, tetapi kita optimis seminar ini akan memberikan hasil positif untuk pengajaran Bahasa Inggris ke depan,” katanya.
    Acara itu menurutnya juga diikuti oleh peserta dari Malaysia dan Singapura.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com