• DPRD JABAR Dukung Seluruh PNS Dites Urine

    0

    Bandung, jurnalsumatra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  Jawa Barat mendukung pelaksanaan tes urine terhadap seluruh pegawai negeri sipil di Pemprov Jawa Barat karena hal ini dirasa perlu sebagai upaya pemerintah  memerangi peredaran narkoba.
    “Kami mengapresiasi langkah Pemprov Jabar yang melakukan tes urine terhadap seluruh pejabat di lingkup Pemprov Jabar mulai dari Gubernur, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, serta pejabat eselon I hingga IV, Senin (9/5). Ini kegiatan bagus. Semoga bisa diikuti kabupaten/kota,” kata Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Syahrir, di Bandung, Senin.
    Ia mengatakan, kondisi peredaran narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan sehingga seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama mencegah penyebarluasan barang haram tersebut.
    “Oleh karenanya kami seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jabar bisa melakukan hal serupa. Kalau pejabatnya sudah (ditest urine), kami berharap bisa melakukannya juga di masing-masing OPD yang mereka pimpin,” katanya.
    Politisi dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat ini mengatakan, tes urine yang dilakukan harus secara rutin, tidak hanya sekali ini saja karena hal ini untuk memastikan agar aparatur negara tersebut terbebas dari pengaruh zat-zat terlarang.
    “Tes urine ini bisa berkala, setahun bisa dua atau tiga kali. Tapi harus tetap terjaga kerahasiaannya,” katanya.
    Ketika disinggung sanksi yang tepat untuk PNS yang positif menggunakan narkoba, ia mengatakan perlu tindakan yang tegas agar menjadi efek jera. “Tapi harus tetap hati-hati, tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah,” katanya.
    Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, tes urine ini dilakukan mendadak agar tidak diketahui sebelumnya. “Jadi pemberitahuannya mendadak. Supaya bersih saja,” katanya.
    Dikatakan dia hasil tes urine tersebut menunjukkan ke-200 PNS eselon I-IV bebas dari narkoba. “Iya (bersih) alhamdulillah,” kata dia.
    Menurut dia, kasus penggunaan narkoba di Jabar tergolong tinggi. “Makanya dari aparat sipilnya harus bersih, harus jujur. Masa ngurusin dan melayani orang eh dianya malah pakai (narkoba),” kata dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com