• DKP Lebak Optimalkan Bantuan Nelayan

    0

         Lebak, jurnalsumatra.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak, Banten terus mengoptimalkan bantuan nelayan guna mendongkrak swasembada ikan laut juga peningkatan pendapatan ekonomi mereka.
    “Kami mengusulkan bantuan rehabilitasi tempat pelelangan ikan (TPI) dana sarana prasarana alat tangkap,” kata Kepala Bidang Kelautan DKP Lebak Winda Triana di Lebak, Selasa.
    Sejauh ini, produksi tangkapan belum optimal karena sarana prasarana alat tangkapan relatif terbatas.
    Kebanyakan nelayan menggunakan kapal motor tempel sehingga daya jelajahnya hanya tiga mil dari lepas pantai.
    Selain itu, katanya, juga faktor cuaca sehingga kerapkali gelombang tinggi disertai angin kencang sehingga mempengaruhi terhadap produksi tangkapan ikan.
    Disamping itu juga kondisi TPI di Lebak perlu mendapat perbaikan agar nelayan merasa nyaman saat melakukan transaksi pelelangan ikan.
    Selama ini, kebanyakan dari 11 TPI sudah rusak sehingga berdampak terhadap kunjungan konsumen.
    Ke-11 TPI itu antara lain TPI Binuangeun, TPI Tanjung Panto, TPI Cipunaga, TPI Situregen, TPI Sukahujan, TPI Cihara, TPI Bayah, TPI Pulau Manuk, TPI Sawarna, TPI Citarate, dan TPI Cibareno.

         “Kami berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) maupun pemerintah provinsi dan kabupaten dapat membantu rehabilitas TPI itu,” katanya.
    Menurut dia, nelayan Kabupaten Lebak hingga kini memerlukan bantuan, seperti kapal, motor perahu kincang, alat tangkap dan perbaikan TPI.
    Selain itu juga bantuan alat tangkap lainnya, seperti jaring apung, gilnet, muroami, tando juga perbaikan infrastuktur pembangunan TPI.
    “Kami berharap melalui bantuan itu dapat meningkatkan produksi tangkapan ikan sehingga dapat terpenuhi kebutuhan pasar lokal,” katanya.
    Ia mengatakan, pemerintah kini memperkuat bantuan alat-alat tangkap untuk kebutuhan nelayan sehingga dapat mewujudkan swasembada ikan laut.
    Penyaluran bantuan kapal itu dengan berkapasitas 10 grosston sehingga bisa menjangkau di atas enam mil dari pesisir pantai, sebab kapal berkekuatan 10 GT itu dapat mendongkrak pendapatan nelayan guna mendukung program swasembada ikan.
    “Kami yakin bantuan kapal berkekuatan 10 GT dapat meningkatkan produksi tangkapan,” katanya.
    Kepala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak Hadi Ahmad menyebutkan produksi ikan laut dinilai belum maksimal akibat minimnya peralatan sarana tangkap ikan tersebut.
    Para nelayan di daerah itu selama tujuh bulan dalam satu tahun menganggur akibat cuaca buruk dan terang bulan dan saat cuaca buruk para nelayan terpaksa tidak melaut.
    Karena itu, pemerintah terus mengoptimalkan bantuan produksi alat tangkap,termasuk kapal 10 GT. Produksi tangkapan ikan di pesisir pantai Lebak diantaranya tongkol, layur, cumi-cumi, selar, kuwe, kakap, dan lobster.
    “Kami optimistis bantuan alat tangkap itu dapat mendongkrak produksi tangkapan ikan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com