• DINKES Manado Tekan Angka Kematian Ibu

    0

    Manado, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Manado berupaya meningkatkan kapasitas tim kesehatan dan penyuluhan bagi masyarakat untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan anak 0-28 hari.
    “Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dilakukan dengan cara memberikan bimbingan teknis dalam pelatihan pelayanan obstetri neonatal emergency dasar atau ponet setiap tahun,” kata Kepala Dinkes Manado Robby Mottoh, di Manado, Kamis.
    Mottoh mengatakan, setiap tahun puskesmas setempat mengirimkan satu tim yang terdiri atas dokter, bidan, dan perawat untuk melayani ibu-ibu hamil dan melahirkan serta anak neonatal yakni 0-28 hari, agar bisa terhindar dari risiko kematian.
    “Kami juga terus mengimbau dan mengingatkan serta mengajak ibu-ibu hamil untuk mendatangi puskesmas minimal tiga kali selama masa kehamilan supaya bisa mengetahui dengan jelas bagaimana kondisi ibu maupun calon bayi, untuk mencegah terjadi kematian pada saat melahirkan,” katanya lagi.
    Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Manado Henry Miojo menambahkan, sekarang yang penting adalah bagaimana mengubah pandangan tentang pentingnya puskesmas bagi masyarakat.
    “Yang menjadi kendala adalah kesulitan mengubah pandangan masyarakat tentang penting datang ke puskesmas terutama bagi ibu hamil minimal tiga kali selama masa kehamilan,” katanya lagi.
    Dia mengatakan, penyuluhan dilakukan karena bisa membantu warga Manado secara gratis dan mudah dicapai serta dekat dengan masyarakat.
    Di Kota Manado, kata Henry, pada 2014 kasus ibu melahirkan yang meninggal dunia ada 11, kemudian pada 2015 menjadi 12 dan 2016 sudah terjadi lima kasus kematian yang disebabkan oleh darah tinggi, perdarahan dan infeksi sesudah melahirkan.
    Sedangkan untuk kasus kematian anak neonatal pada 2014 sebanyak 29 orang, 2015 juga 21 orang, dan 2016 belum ada, kemudian bayi 0-1 tahun pada 2014-2015 masing-masing dua orang dan balita pada 2014 dua orang, dan 2015 ada lima orang.
    Henry menegaskan, dengan berbagai langkah pencegahan dan penanggulangan yang dianggarkan dalam APBD kota, provinsi dan dari APBN dalam hal ini Kementerian Kesehatan diharapkan kematian ibu melahirkan dan anak neonatal bisa ditekan sekecil mungkin bahkan hingga tidak ada sama sekali, demikian juga gizi buruk.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com