• Diduga, Pajak Galian C Lahat Banyak Digelapkan

    0

    Lahat, jurnalsumatra.com – Masih minimnya pencapaian pajak galian C khususnya alat berat menjadi perhatian serius UPTD Pemprov Sumsel Kabupaten Lahat. Seluruh usaha galian C akan diSidak guna memastikan pajak yang dikenakan bahkan rencananya seluruh perusahaan yang mgemplang pajak akan ditertibkan. Selain itu, UPTD Pemprov bakal membentuk Tim guna menelusuri akibat minimnya pajak Galian C dan Alber tersebut.

    Kepala UPTD Samsat Lahat Umar Syarif,Sstp Msi mengatakan, Diapenda rencananya akan bekerjasama dengan Pemkab dan Polresta Lahat akan melakukan Sidak keseluruh kecamatan yang disinyalir terdapat usaha penambangan Galian C. Jika dilapangan ditemukan adanya perusahaan yang tidak membayar pajak maka akan dilakukan penertiban.

    “Untuk perusayaan yang belum maksimal kontribusi pajaknya yakni PT BME, SCG, BAU, bahkan dikecamatan Pulau Pinang Lahat ada bisnis perorangan yang menggunakan alat berat skala besar tidak membayar pajak,”c ujarnya.

    Menurut Umar, rencana penertiban dilakukan karena saat ini kontribusi Migas terhadap PAD sudah tidak bisa diandalkan sehingga Pemprov Suumsel dan Pemkab Lahat harus memanfaatkan sektor galian C guna meningkat kan PAD. “Untuk pajak kendaraan bermotor baik roda Dua dan Empat sudah menunjukan pencapaian yang signifikan dibanding tahun 2014 lalu,”imbuhnya.

    Dijelaskannya, untuk pencapaian realisasi pajak sepanjang tahun 2015 yakni PKB Rp.26.697.075.560 atau meningkat 103 persen, BBN-KB Rp. 25.453.017.400 (66,55 persen), sedangkan untuk PKB -AB 49.815.450 (461.40 persen) dengan total keseluruhan yakni Rp.52.052.858.828 atau terjadi peningkatan sebanyak 90.41 persen dari tahun 2014 lalu.

    “Razia rutin terhadap kendaraan roda dua dan Empat yang mati pajak akan tetap menjadi agenda rutin Dispenda Lahat guna meningkatkan PAD Sumsel khususnya kabupaten Lahat,” tukasnya.

    Selain itu, untuk pajak yang belum optimal seperti PT BA sudah ada respon dimana melalui perusaahn Subkontraktornya akan siap memberikan kontribusi pajak kepada Pemkab Lahat. “Kita sudah melakukan pembicaraan dengan PT BA dan Pemkab Muara Enim yang hasilnya perusahaan flat merah tersebut melalui Sumkontraktornya PT PAMA bersedia membayar pajak 30 persen dari jumlah yang ada,” imbuhnya lugas. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com