• Di Lahat, 28 Desa Masuk Titik Merah Malaria

    0

    Lahat, jurnalsumatra.com – Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE melalui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), dr H Rasyidi Amri MT MKM menegaskan, dari 360 desa 28 diantaranya masuk dalam desa merah tertinggi terhadap penyebaran penyakit malaria yang Annual Parasite Incidence (API) diatas 5/1.000 penduduk.

    “Pada 2015 di Lahat sendiri berdasarkan laporan bulanan Malaria Puskesmas, setidaknya penderita positif dari konfirmasi laboratorium dan RDT berjumlah 755 orang dengan API diatas lima,” ujarnya. Pemerintahan bakal membagikan 25.000 unit kelambu berinsektisida tersebar di wilayah kerja 11 puskesmas dari 33 unit kerja.

    “Tujuannya, untuk mengantisipasi penyebaran lebih meluas lagi, pembagian kelambu inilah sebagai solusi tepat dalam menekan angka kesakitan, selain dihimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan,” karta Rasyidi.

    Kadinkes menjelaskan, berdasarkan rincian untuk Puskesmas Selawi disebarkan ke Lahat Tengah, Selawi, Suka Negara, Nantal dan Tanjung Tebat dengan jumlah kelambu 5.894 unit, kemudian, Pagar Agung sebanyak 3.500 kelambu, Perumnas tersebar di Padang Lengkuas, Kota Jaya dan Kota Negara total 2.797 unit.

    “Bandar Jaya dengan 464 kelambu, Pseksu 654 buah, disusul Puskesmas Bungamas dialokasikan ke Desa Bungamas, Gunung Kembang dan Patikal Baru berjumlah 2.251 unit kelambu,” urainya.

    Ia menambahkan, sedangkan bagi Puskesmas Pagar Gunung terdiri dari Desa Sawah Darat, Rimba Sujud, Karang Agung, Pagar Agung dan Tanjung Agung dengan total 1.951 kelambu, lalu, Palembaja tersebar di Sungai Bungur, Sukoharjo, Kencana Sari, Cempaka Sakti dan Purawaraja mencapai 4.382 unit.

    “Selanjutnya, Puskesmas Saung Naga 1.375 kelambu, Pajar Bulan 370 dan Merapi II dengan total 1.371, sehingga total keseluruhan kelambu yang dialokasikan 25.000 buah,” tukasnya.

    Sementara itu, Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE diwakili Asisten III, Drs H Suhirdin MM menyampaikan, bahwasanya pembagian kelambu ini hanya sebatas mengantisipasi jumlah angka kesakitan disebabkan gigitan nyamuk baik itu malaria maupun DBD.

    “Oleh karenanya, bukan hanya individu semata melainkan seluruh genap lapisan masyarakat desa untuk dapat menjaga kebersihan lingkungan dan selalu ingat 3M plus (menjaga, menutup dan menguras),” pesan Suhirdin. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com