• Dewan: Jangan Persulit Pasien Miskin

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur meminta manajemen RSUD Naibonat tidak mempersulit administrasi bagi pasien miskin yang datang berobat di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Kupang itu.
    Demikian dikemukakan Anton Natun, anggota DPRD Kabupaten Kupang dari F-Gerindra dan Sofia Malelak de Haan dari F-Nasdem kepada Antara di Oelamsi, ibu kota Kabupaten Kupang, sekitar 38 km timur Kota Kupang, Jumat, setelah menerima pengaduan dari para pasien yang mengantongi kartu JK3 (Jaminan Kesehatan Kabupaten Kupang).
    Para pasien miskin atau dari keluarga kurang mampu yang mengantongi kartu JK3 itu merasa dipersulit oleh manajemen RSUD Naibonat ketika menjalani perawatan atau pengobatan di rumah sakit tersebut.
    “Memang benar ada aturan tentang administrasi yang harus dipenuhi pasien ketika datang berobat, namun manajemen rumah sakit tentunya lebih mengedepankan penangan pasien, lalu membicarakan kelengkapan administrasi yang harus dilengkapi pasien,” kata Anton Natun.
    Menurut dia, program JK3 yang dikucurkan pemerintahan Bupati Kupang Ayub Titu Eki itu untuk membantu masyarakat miskin, sehingga saat menjalani perawatan atau pengobatan di rumah sakit harus dipermudah..
    “Janganlah mereka dipersulit dengan urusan administrasi yang panjang, karena mereka datang dari kampung-kampung di pegunungan dengan medan jalan yang berat untuk dilalui menuju rumah sakit,” ujarnya.
    Hal-hal semacam itu, kata dia, harus diperhatikan oleh manajemen rumah sakit. Administrasi itu memang penting untuk kepentingan manajemen, tetapi jangan sampai menjadi penghambat dalam pelayanan kesehatan.
    “Jika seorang pasien dalam keadaan kritis, apakah lebih dahulu memberikan pelayanan kepada pasien bersangkutan atau mendahulukan administrasi? Jangan sampai, setelah selesai urusan administrasi, pasiennya sudah tidak bernyawa lagi. Ini yang harus menjadi perhatian utama pelayanan di rumah sakit,” ujarnya.
    Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kupang dari F-Nasdem, Sofia Malelak de Haan berpendapat kebutuhan dasar bagi masyarakat miskin harus menjadi prioritas utama pemerintah Kabupaten Kupang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
    Dalam kaitan kebutuhan layanan kesehatan di RSUD Naibonat, ia juga meminta manajemen untuk menghindari bentuk pelayanan yang terkesan mempersulit pasien JK3 yang nota bene dari kalangan keluarga tidak mampu itu.
    “Kami tidak menghendaki jika mereka sudah miskin secara ekonomi kemudian tidak lagi mendapat pelayanan kesehatan yang memadai hanya karena pelayanan administrasi yang berbelit-belit,” ujarnya.
    Sofia berharap warga miskin di Kabupaten Kupang, harus menyiapkan dokumen seperti kartu keluarga, surat keterangan tidak mampu dari lurah, kepala desa dan KTP yang dibutuhkan ketika datang berobat di RSUD Naibonat atau fasilitan kesehatan milik pemerintah lainnya.
    “Masyarakat desa umumnya polos dan apa adanya, sehingga perlu terus diberi pemahaman agar mereka bisa mengerti akan hak dan kewajibannya dalam pelayanan kesehatan,” demikian Sofia Malelak de Haan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com