• Deflasi Palembang Sebesar (-0,19 persen)

    0
    Deflasi Palembang Sebesar (-0,19 persen)

    Deflasi Palembang Sebesar (-0,19 persen)

    Palembang, jurnalsumatra.com – Pada bulan April 2016 Kota Palembang mengalami deflasi sebesar (-0,19 persen), Laju inflasi kumulatif tahun 2016 sebesar 0,24 persen. Sementara laju inflasi “year on year” (April 2016 terhadap April 2015) adalah 4,19 persen.

    Hal ini diungkap Kepala BPS Provinsi Sumsel Yos Rudiansyah, MM kepada jurnalsumatra.com menunjukkan bahwa 3 (tiga) kelompok mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok tramsportasi, komunikasi & jasa keuangan sebesar -1,52 persen, kelompok bahan makanan sebesar -0,41 persen dan kelompok perumahan. Air, listrik, gas & bahan bakar sebesar -0,07 persen. Sedangkan 4 kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks harga, yaitu makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 1,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,57 persen. Kelompok sandang sebesar 0,23 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,17 persen” jelasnya.

    Ia mengatakan, komoditas yang mengalami penurunan harga yang menyebabkan deflasi di Kota Palembang antara lain bensin, cabai merah, beras, angkutan udara dan tarif listrik. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain; tomat sayur, minyak goreng, rokok kretek filter, bawang merah dan cung kediro.

    Sementara untuk Kota Lubuklinggau sendiri pada bulan April 2016 mengalami deflasi sebesar (-0,75 persen). Laju inflasi kumulatif tahun 2016 sampai dengan April adalah -0,12 persen dan laju inflasi “year on year” (April 2016 terhadap April 2015) adalah 4,63 persen.

    Untuk komunitas yang mengalami penurunan harga yang menyebabkan deflasi di Kota Lubuk Linggau pada bulan April 2016 antara lain cabe merah, bensin, bawang merah, telur ayam ras dan beras. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi antara lain tomat sayur, kol putih/kubis, jeruk, kontrak rumah, dan mie kering instant.

    Berdasarkan penghitungan inflasi pada Kota Palembang dan Kota Lubuk Linggau, pada bulan April 2016 Privinsi Sumatera Selatan mengalami deflasi sebesar -0,25 persen, laju inflasi kumulatif sampai dengan bulan April 2016 sebesar 0,20 persen dan laju inflasi “year on year” (April 2016 terhadap April 2015 adalah 4,24 persen.

    “Dari pemantauan harga selama bulan April 2016 pada 82 kota IHK di Indonesia menunjukkan bahwa 77 kota IHK mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Bukit Tinggi (-0,35 persen)” pungkasnya. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com