• Cegah TKA Ilegal, Disnakertrans Data Para Pegawai

    0
    Cegah TKA Ilegal, Disnakertrans Data Para Pegawai

    Cegah TKA Ilegal, Disnakertrans Data Para Pegawai

    Lahat, jurnalsumatra.com – Terkait banyaknya penemuan Tenaga Kerja Asing (TKA), yang tak dilengkapi Paspor, Visa ditemukan oleh wakil rakyat yang dipekerjakan di beberapa perusahan tambang Batubara di Bumi Seganti Setungguan ini, membuat pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lahat, harus lebih ekstra hati-hati.

    Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans), Ir H Ismail Hanafi MTA didampingi Kepala Bidang (Kabid) Penta Kerja, Suhana SE dikonfirmasi membenarkan, saat ini pihaknya terus melakukan pendataan terhadap tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di beberapa perusahaan bergerak di sektor penambangan Batubara.

    “Keberadaan TKA tersebut didata apakah TKA yang bersangkutan sudah legal atau illegal sesuai dengan surat pemberkasan, mulai dari paspor, visa, sampai dengan kitas yang ditujukan oleh perusahaan yang memiliki TKA, dimana pengajuan tersebut ditujukan ke Disnakertrans Kabupaten Lahat,” katanya, saat dibincangi wartawan belum lama ini.

    Menurutnya, laporan terakhir, jumlah TKA bekerja di perusahaan di Kabupaten Lahat yang sudah di data lebih kurang ratusan TKA. Namun ada juga  pemberkasan TKA yang dikembalikan, karena kurang persyaratan.

    “Jika TKA kurang pemberkasan, ya kita kembalikan lagi ke perusahaan itu agar pemberkasan tersebut bisa dilengkapi. Dan tentunya kita juga turun langsung ke perusahaan bersangkutan untuk menanyakan pemberkasan surat-surat  dari keberadaan TKA itu. Karena kalau melalui surat saja yang kita ajukan ke perusahaan, banyak dari mereka tidak datang ke Disnaker,” ungkap H Ismail.

    Kebanyakan TKA, tambah Suhana, yang bekerja di perusahaan di Kabupaten Lahat adalah TKA asal Tiongkok (Cina, red). “Kebanyakan TKA dari Negara Cina yang bekerja di perusahaan di Kabupaten Lahat. seperti halnya di PT Priamanaya Energi, PT CHD Powor Plan Opertion Indonesia, PLTU Banjar sari, PT Thalindo Bara Pratama, serta SMS, TKA yang bekerja di PT Thalindo Bara Pratama, disana ada 2 TKA asal Thailand, mereka tetap tinggal di Lahat meskipun kondisi perusahaan tempat ia bekerja berhenti sementara waktu,”jelasnya.

    Ia menambahkan, bagi mereka (TKA, red) yang kedapatan berstatus illegal, maka pihaknya akan turun ke lapangan dan langsung mendeportasi ke Negara asal, dikarenakan telah menyalahi ketentuan berlaku.

    “Apalagi data TKA ini akan kita laporkan. Karena itulah, kita mengimbau betul kepada pihak perusahaan yang memiliki TKA, supaya kitas yang dimiliki TKA jika sudah habis masanya cepat-cepatlah diperpanjang,” ujarnya. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com