• Bupati: Dua Kelompok Kwamki Lama Segera Berdamai

    0

         Timika, jurnalsumatra.com – Bupati Mimika Eltinus Omaleng menegaskan bahwa dua kelompok yang terlibat pertikaian di Kwamki Lama, Distrik Kwamki Narama, sudah sepakat untuk segera berdamai.
    “Para kepala suku baik dari kelompok atas maupun kelompok bawah tidak mau ada perang lagi. Mereka mau hidup aman,” kata Bupati Omaleng di Kwamki Lama, Senin.
    Pernyataan sikap untuk berdamai kedua kelompok yang bertikai di Kwamki Lama itu disampaikan para kepala suku saat Bupati Mimika Eltinus Omaleng bersama Ketua DPRD Mimika Elminus Mom mendatangi warga yang bertikai di Kwamki Lama.
    Setelah menemui massa dua kelompok yang bertikai di Kwamki Lama, Bupati Eltinus Omaleng juga menggelar pertemuan khusus dengan tokoh masyarakat kelompok bawah yang terdiri dari Benyamin Kibak, Manus Komagal dan beberapa tokoh masyarakat Kwamki Lama lainnya bertempat di rumah jabatan bupati Mimika.

         “Esok (Selasa-red) kita akan menggelar prosesi adat perdamaian di Kwamki Lama. Pemerintah daerah Mimika maupun aparat TNI dan Polri tidak menghendaki ada konflik lagi di Kwamki Lama. Semua pihak harus hidup damai agar pembangunan bisa jalan di Kwamki Lama,” ujar Bupati Omaleng.
    Ia juga berharap aparat penegak hukum segera menangkap dan memproses pelaku pembunuhan terhadap almarhum Jakson Komagal yang memicu bentrok dua kelompok massa di Kwamki Lama sejak Rabu (11/5).
    Korban meninggal dunia setelah dipanah oleh sejumlah orang yang belum diketahui identitasnya di Jalan Freeport Lama, samping Kwamki Lama pada Rabu (11/5).
    Kematian Jakson Komagal memicu pertikaian terbuka dua kelompok massa yaitu kelompok atas dan kelompok bawah di Kwamki Lama dalam beberapa hari terakhir.
    “Para kepala suku dan tokoh-tokoh di Kwamki Lama mengharapkan aparat keamanan menegakkan hukum. Pelaku pembunuhan harus ditangkap dan diproses,” kata Bupati Omaleng.

         Hal senada dikemukakan Ketua DPRD Mimika Elminus Mom. Elminus mengingatkan warga Kwamki Lama agar tidak terus hidup dalam konflik berkepanjangan.
    “Masalah ini harap diselesaikan sesegera mungkin, tidak boleh berkepanjangan karena akan mengakibatkan korban terus berjatuhan,” kata Elminus.
    Tokoh masyarakat dari kelompok atas di Kwamki Lama Hosea Ongomang menyambut positif rencana perdamaian dua kelompok yang bertikai di Kwamki Lama.
    “Saya sudah dua kali terlibat perang di Kwamki lama. Itu sudah cukup, saya tidak mau ada lagi konflik,” kata Hosea.
    Menurut dia, beberapa marga yang selama ini terlibat konflik di Kwamki Lama merupakan warga yang bermigrasi dari luar Mimika.
    “Saya minta keluarga Komagal, Ongomang, Kibak buat surat pernyataan sikap. Kalau tetap memelihara konflik, kita pulang kampung ke Kabupaten Puncak,” kata Hosea.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com