• BAPPEDA: Sensus Ekonomi Bantu Kebijakan Pemerintah Daerah

    0

    Lebak, jurnalsumatra.com Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak menyebutkan Sensus Ekonomi yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) mulai 1 hingga 31 Mei 2016 dapat membantu kebijakan pemerintah daerah guna mendukung kesejahteraan masyarakat.
    “Kami berharap data Sensus Ekonomi itu valid dan akurat,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Lebak Wahab Rahmat di Lebak, Selasa.
    Pemerintah daerah sangat mendukung pendataan Sensus Ekonomi, karena bisa dijadikan arah kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
    Pendataan kegiatan ekonomi masyarakat itu, terutama ekonomi rumah tangga informal yang selama ini belum diketahui jumlah pastinya.
    Apabila, pendataan tersebut sudah dilakukan maka akan mudah untuk menyalurkan bantuan pinjaman kredit maupun perizinan usaha serta pelatihan.
    Karena itu, pihaknya meminta masyarakat dapat membantu petugas pencacah di lapangan.
    Sebab, pendataan itu sangat penting untuk dijadikan arah kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Apalagi, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tumbuh dan berkembang dengan memanfaatkan bahan baku komoditi pertanian, perkebunan serta perikanan.
    Pendataan Sensus Ekonomi itu, tentu cukup bermanfaat bagi arah kebijakan pemerintah daerah setempat.
    “Semua data Sensus Ekonomi nantinya dijadikan penyusunan anggaran untuk pengembangan ekonomi masyarakat,” katanya.
    Menurut dia, pemerintah daerah sangat beruntung adanya pendataan sensus sepuluh tahunan itu.
    Sebab, data ekonomi yang ada saat ini dinilai belum valid karena di masyarakat juga berkembang bisnis online dan coworking space.
    Dengan begitu, ujar dia, pemerintah daerah dapat mempersiapkan izin terpadu agar mereka mendapat kemudahan untuk mengembangkan usahanya.
    Pemerintah daerah juga telah membentuk Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu merupakan komitmen untuk menggaet para investor dalam negeri maupun mancanegara.
    “Kami optimistis data Sensus Ekonomi awal untuk membangun ekonomi masyarakat untuk bersaing, terlebih menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” katanya.
    Ia menyebutkan, dalam pendataan sensus ekonomi itu akan aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat terdata, baik badan usaha maupun usaha perseorangan.      Mereka petugas pencacah mengambil data dilakukan secara door-to-door per wilayah di Kabupaten Lebak.
    Selain itu, petugas akan mendatangi lokasi usaha permanen, lokasi tidak permanen seperti PKL, usaha keliling, dan usaha rumah tangga yang di dalamnya ada usaha online.
    “Kami berharap Sensus Ekonomi itu berjalan lancar karena sensus merupakan program sepuluh tahunan dan terakhir 2006,” katanya.
    Seorang petugas pencacah BPS, Yatna mengatakan pihaknya bersama tiga petugas lainnya telah melakukan pendataan aktivitas ekonomi masyarakat di Blok 1,11 dan III Kelurahan Rangkasbitung Barat.
    Pendataan sementara itu tercatat 200 kegiatan usaha masyarakat mulai usaha kecil dan menengah.
    Namun, kebanyakan usaha masyarakat tersebut jenis usaha warungan dan pedagang keliling.
    “Kami sangat terbantu pendataan sensus ekonomi juga dibantu oleh RE,RT dan aparat desa agar mendapat data valid,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com