• Waspada Penipuan Penelpon Penangkapan Narkoba Berujung Transfer Uang

    0

    Pagaralam, jurnalsumatra.com – Pengungkapan sejumlah kasus narkoba ditanah air yang akhir-akhir ini marak dipubliksikan di media, sepertinya dimanfaatkan sejumlah oknum yang tak bertanggungjawab untuk melakukan penipuan kepada masyarakat.

    Dimana, modus kejahatannya, pelaku menelpon calon korban mengabarkan jika kerabatnya terlibat narkoba dan ditangkap oleh pelaku yang mengaku dari anggota kepolisian dari satuan Reskrim Narkoba.

    Belum lama ini dialami, Fitri (25) nyaris menjadi korban. Menurut pengakuan warga Bangun Rejo, Kecamatan Pagaralam Utara, dirinya ditelpon orang tak dikenal, mengaku dari anggota Badan Narkotika Nasional (BNN), mengabarkan jika ibunya ditangkap lantaran menyimpan barang narkoba.

    “Langsung terkejut dan cemas, tiba- tiba mendapat kabar ibu ditangkap anggota polisi dari satuan narkoba,” ceritanya kepada wartawan.

    Pelaku katanya mengaku bernama Iksan, dari anggota BNN dengan nomor telpon 081366665974. Saat itu, dirinya ditelpon Jumat (8/4), sekitar pukul 15.17 WIB.

    “Si penelpon mengatakan, jika ingin ibu kami dibebaskan, dengan syarat tebusan senilai Rp.10 juta. Sempat bingung dan bilang tidak ada uang sebanyak itu. Lantas uang yang diminta turun menjadi 5 juta,” ungkap Fitri.

    Tak berselang lama, dirinya kata Fitri tambah dibuat panik, karena mendengar adanya suara tangis seorang perempuan. “Saat ditelpon ada perempuan menangis minta tolong. Mungkin itu Ibu saya,” ucap Fitri

    Akibat panik, Fitri diminta segera transfer uang tersebut ke BRI dengan nomor rekening 732501002714537 atas nama bapak Gunawan. Beruntungnya, kejadian tersebut langsung diceritakan kepada rekan kerja, yang menyarankan untuk tidak panik. “Langsung menelpon ke Hp ibu, ternyata ibu lagi di rumah,” kenang Fitri yang kemudian sontak tenang.

    Menanggapi hal tersebut, Kapolres Pagaralam, AKBP Hendra Gunawan SIk MSi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpedaya jika ada telepon dari orang tak dikenal dan mengabarkan jika kerabat ditangkap, lantas si oknum penelpon tiba-tiba minta uang tebusan. “Jangan panik, dicek dulu atau hubungi kerabat yang lain. Biasanya modus demikian menipu dengan minta uang dengan cara tranfer,” ujarnya.

    Ditambahkan Kasat Narkoba, AKP Mursal Mahdi SE MM, belakangan ini dirinya juga sudah mendapatkan kabar dan informasi modus penipuan via telpon dari orang tak dikenal mengabarkan kerabat calon korban ditangkap oleh satuan narkoba dan bisa dibebaskan asalkan membayar uang hingga Rp 30 juta via transfer rekening.

    “Yang jelas, tidak ada anggota yang bisa melepaskan pelaku narkoba. Diimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terpancing dengan isu-isu demikian, khususnya dari orang tak dikenal,” imbaunya. (Van)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com