• Tunggakan Listrik Banten Selatan Capai Rp60 Miliar

    0

         Lebak, jurnalsumatra.com – Tunggakan rekening listrik di wilayah Banten Selatan dan sekitarnya hingga Maret 2016 mencapai Rp60 miliar, kata Manajer Area Pelayanan Jaringan PLN Banten Selatan Edy Muktasim.
    “Kami bekerja keras agar tunggakan listrik itu dapat terlunasi,” katanya di Lebak, Kamis.
    Menurut dia, tunggakan listrik sebesar Rp60 miliar itu termasuk PT Cemendo Gemilang yang memproduksi Semen Merah Putih di Kecamatan Bayah.
    Tunggakan pabrik semen itu sekitar Rp4 miliar, sedangkan tunggakan lainnya kebanyakan pengguna listrik rumahan hingga mencapai Rp56 miliar, termasuk pencurian listrik.
    Kemungkinan penyebab tunggakan pengguna listrik rumah akibat faktor ekonomi juga rendahnya kesadaran pelanggan membayar kewajiban bulanan.
    Tunggakan tersebut, menurut dia, tentu menyebabkan perusahaan merugi dan terpaksa mengoptimalkan penagihan juga kegiatan sosialisasi dengan cara memasang poster, spanduk, atau pertemuan bersama tokoh agama.
    Selain itu, pemberitahuan akan dilakukan melalui media massa agar pelanggan bisa melunasi pembayaran rekening.
    “Kami terus mengoptimalkan penagihan dan sosialisasi untuk mengatasi tunggakan itu,” ujarnya.

         Pelanggan akan dikenai sanksi berupa pemutusan hubungan jaringan listrik sementara ke rumah-rumah mereka jika menunggak di atas 3 bulan. Namun, sebelum dikenai sanksi terlebih dahulu diberitahukan surat peringatan agar mereka bisa melunasi tunggakan tersebut.
    Selama ini, kata dia, petugas PLN juga mendatangi pelanggan yang menunggak dan meminta mereka melunasi pembayaran rekening listrik.
    “Kami memberi sanksi berupa pemutusan hubungan listrik ini untuk menekan kemacetan,” katanya.
    Ia mengungkapkan jumlah kasus pencurian listrik hingga saat ini relatif cukup tinggi sehingga perlu ada penekanan agar meminimalkan kasus tersebut.
    PLN Banten Selatan bekerja sama dengan Polres Lebak untuk bisa meminimalkan kasus pencurian aset maupun arus listrik di area Banten Selatan.
    Ia menjelaskan bahwa PLN Area Banten Selatan meliputi unit pelayanan jaringan (UPJ) Rangkasbitung, Labuan, Malingping, dan Pandeglang.
    “Kami minta pelanggan mementingkan pembayaran bulanan karena bisa membantu perusahaan negara itu,” katanya.
    Untuk meningkatkan pelayanan yang optimal, PLN bersama masyarakat maupun tokoh agama melakukan penebangan pohon yang mengganggu jaringan listrik.
    Selain itu, petugas juga mengintensifkan perbaikan dan pemeliharaan jaringan atau trafo pada gardu listrik untuk mencegah terjadinya pemadaman mendadak.
    “Selama ini pelayanan terus ditingkatkan karena merupakan komitmen pemerintah untuk masyarakat,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com