• Truk Polisi Mobilisasi Warga Telantar Demo Angkot

    0

        Bogor, jurnalsumatra.com – Sebanyak tiga unit truk Kepolisian Resor Bogor dan dua unit truk Satpol PP dikerahkan untuk membantu mobilisasi warga yang telantar akibat sopir angkot mogok beroperasi, Rabu.
    Sejumlah warga Kota Bogor tampak telantar akibat aksi demo menolak sistem satu arah yang dilakukan para sopir angkot.
    Penumpukan penumpang terjadi di seputar Kebun Raya Bogor mulai dari Jl Oto Iskandar Dinata, Jl Juanda depan BTM, dan Jl Jalak Harupat.
    Latifa (40) warga Parung Banteng, Kecamatan Bogor Timur, kebingungan karena angkot 13 tidak beroperasi di depan BTM. Hampir 30 menit ia dan beberapa tetangganya menunggu angkot yang tidak kunjung datang.
    Menurutnya, ia sudah mencoba mencari alternatif angkutan lain, mencoba untuk naik ojek tetapi dikenai tarif Rp40 ribu dari BTM ke Parung Banteng.
    “Ada ojek tapi minta Rp40 ribu. Orang lagi susah malah mencari untung,” kata Latifa.
    Latifa sempat berdebat dengan pengendara ojek yang menawarkan jasa tetapi ditolaknya karena tarif yang begitu mahal. Ia menawar ongkos sebesar Rp10 ribu, tetapi ditolak oleh pengendara ojek dadakan yang banyak bermunculan saat demo angkot terjadi.
    “Di rumah saya ada motor, tapi tidak ada yang membawanya. Kalau Rp40 ribu kemahalan, mending saya naik motor saya sendiri daripada bayar segitu, harga BBM saja tidak semahal itu,” kata Latifa kepada pengendara ojek.

        Latifa mengatakan, untuk menuju rumahnya ia hanya perlu naik satu angkot 13 dengan tarif Rp3.500. Ia keberatan jika harus membayar ojek seharga Rp40 ribu untuk menuju rumahnya.
    “Saya terpaksa menelepon suami minta dijemput, kalau begini terus bisa sampai malam tidak pulang ke rumah,” katanya.
    Kesulitan mendapatkan angkot juga dialami Agustina, pelajar SMPN 2. Ia dan temannya menunggu angkot 03 jurusan Baranangsian-Bubulak di Jembatan Otista, tetapi sulit mendapatkan karena beberapa angkot yang melintas sudah penuh oleh penumpang.
    “Biasanya cepat dapat tidak susah nyari angkot, dari tadi angkotnya penuh-penuh terus,” katanya.
    Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Prasetyo Purbo mengatakan, tiga unit truk Polres Bogor dikerahkan untuk mengangkut warga yang kesulitan mendapatkan angkot di seputaran SSA.
    “Truk disiapkan untuk melayani warga ada ke wilayah Bogor Utara dan Timur,” katanya.
    Ia mengatakan, truk mengangkut penumpang yang ada di sekeliling Kebun Raya Bogor dengan rute menuju Simpang Lodaya dan arah Bogor Timur. Warga yang mau ke arah Bogor Utara dapat melanjutkan naik angkot dari Simpang Lodaya, dan putaran di Jln Pajajaran.
    “Sekitar pukul 17.00 WIB, situasi sudah normal kembali. Warga sudah terangkut semua,” katanya.

        Sementara itu, kesulitan angkot terjadi hanya di seputar Kebun Raya Bogor yang diberlakukan sistem satu arah, sedangkan di jalur-jalur arteri seperti menuju Warung Jambu, dan Jalan Kapten Muslihat angkot tetap beroperasi melayani penumpang.
    Sejumlah angkot berunjuk rasa menolak dan mendesak Wali Kota untuk membatalkan SSA yang sudah dipermanenkan terhitung sejak 18 April. Para supir terdiri dari angkot trayek 02, 09, dan 13 berorasi di Plaza Balai Kota.
    Para sopir merasa dirugikan sejak diberlakukan SSA, pendapatan berkurang hampir 20 persen, dan sering terjadi rebutan penumpang.
    Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto beralasan dirinya sedang melakukan pertemuan di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, sehingga tidak sempat menemui para pengunjuk rasa.
    “Tidak memungkinkan untuk ke Balai Kota, karena setelah acara LPM saya ditunggu pertemuan di Kantor Staf Presiden. Tadi sudah ada asisten yang menemui menerima aspriasi para sopir,” katanya.
    Bima mengatakan, besok ia sudah mengagendakan pertemuan dengan para sopir angkot yang melakukan unjuk rasa.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com