• TNKS Belum Keluarkan Rekomendasi Pendakian Lewat Solsel

    0

         Padang Aro, jurnalsumatra.com – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) hingga kini belum mengeluarkan surat rekomendasi pembukaan jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat, bagi masyarakat umum.
    “Pertimbangan keamanan bagi pendaki dan belum dibangunnya sarana serta prasarana pada jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan salah satu alasan belum dikeluarkannya rekomendasi itu,” kata Kepala Kantor Seksi Pengelolaan TNKS Wilayah IV Sangir, Solok Selatan, David di Padang Aro, Jumat.
    Ia menyebutkan sejak dirintisnya rute pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan oleh sejumlah komunitas pecinta alam yang didampingi personel TNKS dan pemerintah setempat pada Februari 2016, masih perlu dilengkapi sejumlah sarana dan prasarana, seperti pesanggrahan atau tempat istirahat, area kemah serta petunjuk jalan.
    “Memang saat ini titik koordinat rute serta lokasi-lokasi istirahat yang dekat dengan sumber air sudah ada, namun itu mesti dilengkapi sarana pendukungnya,” tambahnya.
    Selain itu, tambahnya juga perlu dilakukan kajian dari sisi vulkanologinya. “Gunung Kerinci kan sering mengeluarkan hembusan asap dan abu vulkanis. Kami juga harus memastikan kemana arah dominan hembusan material itu, apakah jalur dari Solok Selatan ini aman atau tidak,” ujarnya.

         Ia memperkirakan kini jalur pendakian yang dibuka oleh komunitas pencinta alam tersebut sudah ditumbuhi oleh semak-semak.
    Kendati demikian, sebutnya, bagi pecinta alam yang ingin menjajal rute pendakian Gunung Kerinci melalui jalur Solok Selatan mesti mengurus surat izin masuk kawasan konservasi (SIMAKSI).
    Ia mengakui jalur pendakian dari Solok Selatan ini memiliki titik-titik potensi wisata yang bisa digunakan sebagai daya tarik para pendaki, seperti air terjun, kemudian lembah kura-kura serta habitat flora dan fauna.
    “Pada dasarnya kami mendukung pembukaan jalur pendakian melalui Solok Selatan ini, namun keamanan pendaki harus menjadi pertimbangan utama,” katanya.
    Ia menyebutkan dengan rencana dibukanya jalur pendakian gunung dengan ketinggian 3.805 meter diatas permukaan laut ini dari Solok Selatan, akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
    “Mulai dari penginapan, pemandu, cinderamata dan kemudian penjualan logistik untuk mendaki,” lanjutnya.
    Sementara Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria menyebutkan pemerintah setempat mendukung dibukanya jalur pendakian gunungapi aktif tertinggi di Sumatera itu.
    Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mendukung pembukaan jalur pendakian Gunung Kerinci melalui daerah itu yang sebelumnya telah dirintis oleh komunitas pecinta alam.
    “Saya nanti akan undang pecinta-pecinta pendakian  untuk meminta pendapat-pendapat mereka apa yang bisa didukung oleh pemerintah daerah, terus jalannya seperti apa,” ujarnya.
    Dari laporan yang ia terima, katanya, pada ketinggian 2.000 meter terdapat lembah kura-kura yang bisa menjadi salah satu daya tarik jalur pendakian melalui kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Kerinci, Jambi ini.
    “Ini merupakan keunikan objek wisata Solok Selatan dan harus dipromosikan karena kunci pengembangan pariwisata ada manajemen promosi,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com