• Tim ITS Juarai Poster “Chem-E-Car” Malaysia

    0

         Surabaya, jurnalsumatra.com – Tim “Spektronics X Reborn” –prototipe mobil yang menggunakan energi dari reaksi kimia– milik ITS Surabaya menjuarai kategori “Best Poster” dalam “11th National Chem-E-Car Competition 2016” di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), 9 April 2016.
    “Saat Asia Pacific Chem-E-Car Competition (APCChE) 2015, tim kami meraih posisi ‘second runner up’, kali ini Spektronics X Reborn terdiskualifikasi karena pemahaman waktu yang salah dengan panitia,” kata salah seorang anggota tim, Argeomerta Lisva, di Surabaya, Senin.
    Namun, kata mahasiswa yang akrab disapa Igo itu, tim ITS masih mampu mengharumkan nama bangsa dengan menjadi juara pertama kategori “Best Poster” dalam ajang itu.
    “Poster yang kami buat lebih unggul dibandingkan poster tim lain, karena poster buatan kami lebih lengkap dan sesuai dengan yang diinginkan oleh panitia,” imbuhnya.
    Didampingi anggota tim lainnya, Ryan Nurisal, Ika Yuni Rachmawati, Muhammad Agung Almi, dan Wisnu Kusuma Atmaja, ia menjelaskan informasi yang lengkap dari poster itu antara lain mengenai deskripsi mobil.
    Selain itu, strategi menjalankan mobil, sumber energi, dan strategi menyelesaikan challenge, bahkan ada pula informasi mengenai safety, desain model, dan biaya yang dibutuhkan per jarak tempuh.

         “Biaya per jarak juga ditulis, misalnya, dalam satu meter menghabiskan biaya Rp20,” ucap mahasiswa Teknik Industri itu.
    Tidak hanya itu, tim juga meyakini desain mobil dalam poster mereka lebih menarik dibandingkan tim lain. “Kami menyertakan momentum transfer pada desain mobil kami, sedangkan tim yang lain tidak,” tuturnya.
    Igo mengaku tim telah menyiapkan kompetisi tersebut sejak tiga bulan yang lalu. Persiapan tersebut diantaranya membuat desain chem-e-car sesuai dengan challenge yang dihadapi.
    Pihaknya juga mengumpulkan semua variabel yang memengaruhi performa chem-e-car, dan melakukan optimasi pada semua variabel dengan serangkaian riset yang dilakukan.
    “Rangkaian riset yang telah kami lakukan selama tiga bulan itu memperoleh hasil tentang strategi dan dana untuk menjalani ‘challenge’ yang diberikan,” ujarnya.
    Berbeda dengan kompetisi chem-e-car lainnya, even itu memberikan dua challenge pada setiap tim. Pertama, memasukkan bola golf ke dalam gawang dengan menggunakan papan pantul.
    Kedua, menjatuhkan pin bowling mini menggunakan bola golf. Selain itu, konsep dan teknik mobil dalam menyelesaikan challenge tersebut dinilai dalam “Poster Competition”.
    Namun, saat mengikuti Challenge, tim yang mayoritas anggotanya dari jurusan Teknik Kimia ITS ini harus terdiskualifikasi. Adanya kesalahpahaman materi antara tim dan panitia menjadi satu-satunya kendala bagi tim Spektronics X Reborn.
    “Pemahaman waktu yang diyakini oleh tim ternyata berbeda dengan panitia. Masalah waktu pada tahap persiapan dan kompetisinya yang ‘missed’,” ungkap mahasiswa angkatan tahun 2013.
    Tim ITS meyakini jika waktu yang disediakan untuk tahap persiapan adalah sebanyak dua menit. “Kami sudah memahaminya tiga bulan sebelum lomba, saat mempersiapkan prototipe,” ujarnya.

         Namun, ternyata dua menit yang disediakan tersebut merupakan akumulasi dari total waktu persiapan dan kompetisi.
    Tak pelak, tim Spektronics X Reborn didiskualifikasi saat perlombaan berlangsung. “Mobil kami baru jalan pada tiga detik terakhir. Pas mobil jalan, panitia tiba-tiba mengumumkan bahwa tim kami didiskualifikasi,” ungkapnya.
    Akhirnya, tim langsung mendatangi panitia dan meminta penjelasan. Tim juga mencoba berkomunikasi agar diberi kesempatan lagi dengan panitia, namun tak bisa.
    Meski begitu, tim meyakini bahwa Spektronics X Reborn merupakan prototipe yang memiliki akurasi paling tinggi daripada tim lain.
    “Jika prototipe milik tim lain melenceng sepuluh hingga belasan centimeter, maka prototipe kami ini hanya dua centimeter,” tukasnya.
    Tak hanya itu, tim juga meyakini bahwa mobilnya memiliki akumulasi waktu yang paling cepat daripada tim lain.
    “Jika kami tidak didiskualifikasi, kami yakin kalau kami mampu menjadi juara di kompetisi tersebut, karena tim Spektronics X Reborn menduduki peringkat pertama dalam hal akurasi dan kecepatan, namun pada challenge kedua dikenai diskualifikasi,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com