• Tetesan Air Mata Mia Liana Dinata Jadi Dancer Untuk Keluarga

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com -Tak ada keinginannya dirinya untuk menjadi dancer ditempat hiburan malam, biarpun ia tau resikonya, sangatlah besar untuk dirinya, namun demi untuk membantu keluarga dan ibunya, pekerjaan itu dilakoninya, walau kadang kala rasa kangen dengan keluarga meliputi kesehariannya.

    Mia Liana Dinata saat dibincangi jurnalsumatra.com di G2 Entertainment KTV & Lounge Jl. Radial Komplek Ilir Barat Permai Blok D1 No. 22 – 26 Palembang mengatakan “Saya awal menjadi dancer berawal dari suka main ke club yang berhubungan dengan music-music yang enak buat dibawa joget dan akhirnya di ajak teman untuk menjadi dancer” ungkap cewek  cantik 21 tahun yang tinggal di Jakarta Timur ini,

    “Pertama kali aku menjadi dancer longtrip di Bangka Belitung, disanalah aku pertama kali ngerasain jauh dari orang tua dan keluargaku. dan pertama kali pula aku ngerasain mandiri yang harus benar-benar sendiri.  Kangen rumah, kangen keluarga, itu wajar aku rasakan, karna selama 1 bulan aku ditanah rantau” jelasnya.

    Diakuinya, sudah banyak tetesan airmata keluar pelupuk matanya yang menetes, karna dirinya ngejalani semua ini buat keluarganya.  “Tapi aku ikhlas jalanin ini semua, karna ini sudah menjadi pilihan yang sudah aku pilih dan yang namanya pilihan pasti aku pikirkan baik buruknya dan akan bertanggung jawap dengan apa yang sudah menjadi pilihanku” ungkapnya lagi.

    Menurutnya, jadi dancer seperti sekarang ini tidak lah mudah. Karena harus melewati lika-liku kehidupan malam yang penuh omong kosong.  Sudah 3 tahun aku didunia malam dan sudah 3 tahun pula aku ngerasain lelah, sakit, pedih  dan semuanya, berada didunia malam ini.

    Ada kebahagian yang dirasakannya, ‘’Ketika pulang longtrip aku bahagia bisa ketemu orang tua keluargaku, aku bahagia bawa uang hasil jerih payah aku sendiri. Entah mau dibilang halal atau haram, itu semua tergantung kalian yang menilai aku. yang penting aku bahagia bisa berikan nafkah keluarga terutama buat ibuku, karena ayahku sudah pergi dipanggil yang kuasa” ungkap nya sedih mengenang kepergian ayahnya yang telah tiada.

    Tapi ketegarannya pun terlihatkan “Semua omongan orang gak pernah aku dengarkan, karena menurutku mereka tidak memberi aku nafkah dengan keluargaku. Yaa aku tetap jalanin semua ini dengan keikhlasan. Mungkin sebagian orang menilai aku wanita malam, wanita kotor, wanita gampangan. Tapi itu kembali lagi ke aku, mereka hanya tau ceritaku tetapi mereka tidak tau aku yang sebenarnya. Aku mempunyai alasan dibalik pekerjaan aku ini. Abis dari Bangka Belitung lanjut lah aku ke Pekanbaru” jelasnya.

    Kembalilah iya meninggalkan orangtuanya, “Disana aku menemukan arti hidup didunia malam yang berbeda lagi, aku menemukan orang-orang yang berbeda logat bahasa dengan ku, aku harus beradaptasi kembali dengan mereka. Tapi aku santai jalanin semua ini, tanpa rekayasa didalam hidup aku ini. Walau terkadang aku ingin hidup normal, aku ingin bangun tidur pagi lalu tidur malam. Bukan seperti terbalik seperti ini. Ya syukuri saja semua yang ada. Banyak kota aku jalanin, banyak teman yang aku kenal dari bagian daerah manapun” tuturnya cewek kelahiran 20 April 1995.

    Ia terus bercerita sambil membayangkan perjalanan karirnya. Banyak cerita mereka yang aku dengar. Yaa aku cuma sekedar saran  aja buat kalian semua yang sudah membaca ceritaku ini, kalau kalian enggak harus terjun kedunia malam, janganlah kalian coba untuk terjun ke dunia malam ini.  “Kalau cuma sekedar cari hiburan didunia malam ya gapapalah, tapi kalau sampe terjerumus didalam gemerlapnya malam seperti aku ini. Tolonglah kalian cepet berhenti karna dunia malam tidak selamanya membuat kalian bahagia seperti aku ini. Dunia malam tidak bisa memberi kebahagiaan yang tulus” sarannya kepada pembaca jurnalsumatra.com.

    “Cita-cita aku bukanlah menjadi seorang dancer yang pastinya, banyak cita-cita yang aku harapkan, diantaranya menjadi pramugari atau jadi pengusaha pada waktu kecil ku dulu, dan semoga akan lebih baik dari sekarang inii, lebih bahagia lagi hidupnya dari ini dan lebih banyak dihargai sama orang” bebernya dengan keinginan yang diharapkannya.

    Dia pun berharap suatu saat nanti, bisa mendapatkan, seorang lelaki yang bisa menjadikan imam untuk dirinya, calon anak-anaknya dan yang paling penting menurutnya bisa menerima masalalunya yang seperti ini, “Aku menyukai lelaki yang yang menyayangi ku tulus, lelaki yang tak pernah mengungkit masalaluku dan pastinya lelaki yang bertanggung jawap” harapnya dengan lelaki yang bisa diterimanya sebagai pendampingnya kelak. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com