• Taspen dan Pemprov Sumsel Kerjasama Taspen Life

    0

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel menjalin kerjasama dengan PT Taspen Persero. Dalam rangka memberikan jaminan pensiun yang lebih besar melalui Taspen Life. Sehingga, Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) pensiun mendapatkan modal pensiun hingga ratusan juta rupiah.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Mukti Sulaiman mengatakan, selama ini ASN atau PNS yang menjadi anggota Taspen persero mendapatkan dana pensiun cukup kecil. Sehingga, dengan bergabung di Taspen Life, dana pensiun yang diperoleh dapat lebih banyak sebagai modal di hari tua.

    “Kalau pensiun, pns mendapatkan taspen melalui tabungan pensiun. Tetapi, jumlahjnya kecil untuk ukuran saat ini, yaitu sekitar 50-60 juta, bahkan ada yang 40 juta,” katanya saat ditemui pembukaan sosialisasi aplikasi pemotongan premi asuransi jiwa Taspen di Taspen Persero Kantor Cabang Kota Palembang, Senin (11/4).

    Dia menambahkan, pihaknya berupaya memberikan kesejahteraan kepada para ASN atau PNS di Lingkungan Pemprov Sumsel. Dengan mengikutsertakan dalam program taspen life.

    “Kami berupaya agar pns itu begitu pensiun, disamping uang tabungan pensiun dari pemotongan gaji itu ada trabungan tambahan dari pns (Taspen Life) itu. Sehingga, waktu dia pensiun bisa menerima Rp 90- Rp 100 juta. Agar dapat dijadikan modal pensiun. Selama menambung, mungkin dipotong 200-500 ribu. Sehingga, 20 tahun lagi, jumlah akan semakin besar,” terangnya. “Ini program baru, kerjama dengan taspen. Kami yang pertama di Indonesia,” lanjutnya.

    Kepala Cabang PT Taspen Kota Palemban, Eddy Darmawan mengatakan, PT Taspen Persero mempunyai dua program. Pertama Program Hari Tua (PHT). Kedua, program pensiun. “Jadi PHT dirasakan oleh ASN provinsi, tadi dibilang sekda kecil Rp 50 – Rp 60 jutaan. Dia berharap, paling tidak 100 jutaa,” paparnya.

    Kemudian, kata Eddy, Taspen Life sudah Memorandum of Understanding (MOU) dengan Pemprov Sumsel. Saat ini, pihaknya memberikan pelatihan bagi bendahara di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berkaitan dengan iurannya.

    “Kalau peserta itukan ada hak dan kewajiban. Untuk hak sudah di sosialisasikan, dan kewajibannya membayar iuran. Kan kalau bayar sendiri-sendiri repot. Makanya, dikoordinir oleh bendahara masing-masing skpd,” ujarnya.

    Oleh karena itu, menurut Eddy, diperlukan sistem untuk memudahkan. Sehingga, akan mudah teradministrasi dengan sistem dan baik. Apabila, hak peserta nanti sudah jatuh tempo, otomatis taspen akan mengetahui, kalau peserta sudah membayar iuran lengkap, atau masih kurang.

    “Kemajuan teknologi seperti sekarang, kami memberikan pelatihan dengan sistem IT. Untuk potongan iuran peserta taspen life,” paparnya.

    Mengenai iuran atau premi yang dibayarkan. Eddy menjelaskan, pembayarannya tergantung dengan penghasilan yang bersangkutan. Pertama, dengan mengukur tingkat penghasilan. Kedua, lama masa kerjanya. Melihat masa kerja peserta ada yang tinggal 2 tahun, ada 20 tahun, ada yang 15 tahun, akan berbeda potongannya.

    “Kalau pegawai usia muda sekitar Rp 200 ribu. Tetapi, yang usia sudah mendekati (pensiun) sekitar Rp 500 ribu. Haknya luarbiasa, dari taspen Rp 60 juta, kalau taspen life ada yang mencapai Rp 100 juta’an,” ujarnya.

    Dengan Jumlah ASN atau PNS Provinsi Sumsel yang kurang lebih 9 ribu’an pegawai. PT Taspen Kota Palembang mempunyai dua pengelola, pertama Taspen Persero Kantor Cabang Palembang, untuk  program PHT dan pensiun yang sistemnya wajib bagi ASN atau PNS. Kedua, Taspen Life kepesertaannya sesuai dengan keinginan, atau menggunakan perjanjian kerjasama.

    “Kalau yang program taspen, itu di atur dalam PP 25, yang iurannya dibatasi 3,25 persen. Kalau yang taspen life berdasarkan perjanjian kerjsama. Insya Allah, seluruh pegawai provinsi menjadi peserta taspen life,” ungkapnya.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com