• Stok Obat RSUD Sejiran Setason Kembali Normal

    0

         Muntok, jurnalsumatra.com – Manajemen RSUD Sejiran Setason, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan stok obat di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah tersebut kembali normal setelah mendapatkan suntikan dana Jamkesra dari Dinas Kesehatan pada akhir Maret 2016.
    “Begitu klaim yang kami ajukan cair, langsung kami gunakan untuk membeli obat dan sejumlah alat kesehatan habis pakai sehingga pasien tidak perlu mencari obat ke apotek di luar rumah sakit,” kata Kepala Seksi Pelayanan RSUD Sejiran Setason dr Rudi Faizul Badri di Muntok, Senin.
    Menurut dia, habisnya stok obat dan peralatan kesehatan habis pakai di rumah sakit tersebut karena minimnya ketersediaan anggaran yang ada di rumah sakit tersebut.
    Selama ini RSUD Sejiran Setason mengandalkan suntikan dana dari pemerintah daerah karena memang sebagian besar pasien yang ditangani merupakan pasien yang dilindungi Jamkesra.
    “Begitu klaim Jamkesra yang kami ajukan dibayar Dinkes, permasalahan obat langsung dapat ditangani,” kata dia.
    Menurut dia, ke depan agar tidak ada kasus serupa sebaiknya pemerintah membayarkan klaim sesuai tagihan set]iap bulan sehingga tidak mempengaruhi opetrasional rumah sakit.
    “Kami selalu dituntut meningkatkan pelayanan, namun di sisi lain dana yang kami butuhkan belum dibayarkan. Ini merupakan salah satu masalah yang harus segera diatasi bersama,” kata dia.
    Dia meminta ke depan pemkab melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaan jamkesra sehingga tidak ada lagi keterlambatan pembayaran klaim.
    “Libatkan BPJS, DPPKA atau lembaga keuangan lain agar klaim Jamkesra bisa cepat dibayar sehingga tidak terjadi lagi kasus kehabisan stok obat di RSUD,” katanya.
    Sejak awal tahun hingga pertengahan Maret 2016 RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat kehabisan stok obat-obatan sehingga mengganggyu pelayanan kesehatan ke masyarakat dan mendpatkan sejumlah kritikan dari berbagai pihak.
    Menurut manajemen RSUD habisnya stok obat karena kebijakan pemerintah yang diatur melalui Perpres Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan sektor kesehatan, yang berbunyi pengadaan obat di atas 200 juta harus menggunakan proses tender.
    Selain itu, RSUD Sejiran Setason juga tidak memiliki anggaran karena klaim Jamkesra belum dibayar Dinkes Kabupaten sebagai pengelola Jamkesra.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com