• Serapan Anggaran PEMKOT Surakarta Belum Maksimal

    0

    Solo, jurnalsumatra.com – Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan serapan anggaran pemerintah kota setmpat pada triwulan pertama tahun anggaran 2016 belum maksimal, karena hampir sebagian besar proyek masih berada di proses lelang.
    “Saat ini semua proyek belum banyak yang dikerjakan, karena  masih berada di proses lelang,” kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Senin.
    Ia mengatakan  bahwa dalam pengerjaan proyek yang dilaksanakan pemkot, hingga bulan April ini belum bisa dilaksanakan, sebab hampir semua proyek masih berada dalam tahapan lelang.
    Dikatakan saat ini Pemkot Surakarta sedang melakukan pantauan terhadap beberapa proyek di antaranya yang harus jadi tahun ini yakni penataan kawasan Jalan Gatot Subroto yang memakan anggaran Rp15 miliar dari Pemprov Jateng.
    FX Hadi Rudyatmo yang akarab dipanggil Rudy juga mengatakan selain itu proyek revitalisasi Pasar Klewer sisi barat yang menelan anggaran Rp96 miliar dari Pemerintah Pusat, jalan lingkungan Kota Solo, dan revitalisasi empat kantor kelurahan. Keempatnya yakni Kelurahan Gilingan, Sumber, Kratonan, dan Manahan.
    Ia mengatakan pemkot tahun ini juga akan berkonsentrasi untuk pengerjaan beberapa proyek besar yang ada di kawasan Solo, di antaranya pengerjaan proyek viaduk Gilingan yang masih terkendala pembebasan lahan, proyek embung bendung karet, Jembatan Tirtonadi, dan sky bridge. Untuk pengerjaan beberapa proyek ini akan dilaksanakan dengan sistem multi years.
    “Beberapa proyek ini nanti dilaksanakan secara multi years. Ke depan proyek ini untuk mempersiapkan pengembangan kawasan Solo utara. Saat ini kawasan Solo utara sedang disiapkan FS (Feasibility Study),” jelasnya.
    Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkot Surakarta  Endah Sitaresmi Suryandari menuturkan untuk beberapa proyek dimulai pada Mei mendatang, di antaranya proyek penataan walking street Gatot Subroto. Sedangkan untuk proyek penataan viaduk Gilingan yang dijadwalkan tahun ini, pelaksanaannya terpaksa harus diundur, sebab proyek ini masih terganjal dengan pembebasan lahan yang ada di sekitarnya.
    “Belum bisa dilaksanakan tahun ini. Kita rencanakan dimulai di awal 2017. Untuk tahun ini kita konsentrasikan pada pembebasan lahan terlebih dahulu,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com