• Senpira Sungai Ceper OKI Banyak Berdar di Mesuji Lampung

    0

    bisnis-senjata-api-rumahan-beromzet-belasan-juta-rupiah-per-bulanKAYUAGUNG SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Meski sudah beberapa kali di tertibkan oleh Polres Ogan Komering Ilir (OKI), beberapa warga Desa sungai Ceper masih saja melakukan kegiatan Merakit Senjata Api secara sembunyi-sembunyi, hasil rakitannya banyak di pasarkan di wilayah Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung, selain di jual ke wilayah OKI atau luar daerah.

    Hal ini diakui Bupati Mesuji Lampung H Khamami saat berkunjung ke Kabupaten OKI dalam rangka membuat kesepatakan dengan Pemerintah kabupaten OKI, untuk menjaga Keamanan di perbatasan OKI dengan mesuji lampung yang selama ini rawan konflik.

    “Karena daerah kita adalah Daerah yang berbatasan langsung dengan kabupaten OKI Sumsel dan hanya di batasi oleh sungai Alam, sehingga masyarakat OKI dapat berkatifitas ke mesuji, begitu juga sebaliknya masyarakat mesuji beraktifitas ke OKI,” katanya.

    Lanjut Khamami, Karena masyarakat yang berada diperbatasan ini sering membaur, sehingga transaksi ekonomi dan yang lainya tidak bisa di hindarkan, termasuk Peredaran senjata api itu Banyak beredar Wilayah Mesuji lampung.” Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, yang berbatasan langsung dengan Desa sungai Ceper, Kecamatan Sungai menang, Kabupaten OKI, sehingga Senpi yang di buat di sungai ceper sangat mudah beredar di Mesuji lampung, karena jaraknya lebih dekatn” ungkapnya.

    Untuk menekan maraknya Peredaran senjata api ini, menurut Khamami, harus dicari jalan keluarnya, secamara bersama-sama.” Bagaimana upaya Pemerintah kabupaten OKI, agar dapat menghentikan aktifitas warganya yang sangat kreatif merakit senpi, begitu juga pemeritah kita dari Mesuji, untuk menertibkan warga kami yang biasa memesan atau memiliki senpira buatan sungai ceper ini,” terangnya.

    Sementara itu Bupati OKI, Iskandar,  membenarkan jika Warga sungai ceper OKI, masih ada yang melakukan kegiatan merakit senpi, pihaknya berupaya untuk menghentikan aktifitas mereka dalam memproduksi senpi.” Kita sebagai pemerintah daerah masih terus berusaha mencari solusi, agar masyarakat menghentikan aktifitas membuat senpira, terutama dengan menyiapkan lahan pertanian dan melakukan pembinaan, kemudian kita juga percepat pembangunan daerah pesisir agar perekonomianya maju,” katanya.

    Untuk Penertiban secara hukum, Polres OKI sudah melakukan upaya penertiban.” Saya apresiasi Polres OKI baru-baru ini yang sudah menertibkan aktifitas produksi Senpi di desa sungai ceper dan berhasil menyita alat-alat untuk merakit dan beberapa pucuk senpira, berikut peluru produksi pindad kurang lebih 390 butir dari Lokasi, selain itu  disana juga ditemukan 1 ha ladang ganja,” ungkapnya.

    Sementara itu Kapolres kabupaten Mesuji, Lampung, AKBP
    Purwanto Puji Sutan, mengatakan pihak terus melakukan upaya operasi Senpi untuk menekan peredaran senpi di wilayah perbatasan.

    ” Kita terus himbau masyarakat untuk menyerahkan senpinya secara sukarela, Memang Tempat produksi senpi itu lebih dekat dari mesuji lampung, kita tidak boleh berandai-andai masuknya peluru untuk senpira itu masuk dari Mesuji,  Masalah peluru itu bisa ditelusuri, peluru Produksi PINDAD itu  ada serinya dari sana kita tahu peruntukan amunisi itu untuk institusi mana, silahkan tanya pada kapolres OKI, sejauhmana penyelidikanya,” tegasnya.

    Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menelusuri pasokan Peluruh untuk senpira tersebut.” Warga di sei ceper yang membuat Senpi itu, terutama Senpi jenis revolver, mereka menyesuaikan dengan ukuran peluru, kalau tidak ada peluru, Senpi itu tidak laku, ini masih kita selidiki, memang peluru itu produksi Pindad standar TNI-POLRI,” terangnya.(RICO)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com