• Sekolah Terendam Akibat Tak Ada Saluran Drainase

    0

         Palangka Raya, jurnalsumatra.com – Halaman Sekolah Dasar Negeri 3 Langkai Palangka Raya, Kalimantan Tengah dilaporkan terendam air  akibat tidak adanya saluran drainase setelah hujan mengguyur daerah itu, Jumat malam.
    Kepala Sekolah SDN 3 Langkai, Ruseni Yanses di Palangka Raya, Sabtu mengatakan genangan air seperti itu terjadi hampir setiap hujan lebat melanda daerah ini, dan bahkan bisa mengganggu aktivitas siswa lembaga pendidikan tersebut.
    “Halaman sekolah kita terendam air kalau hujan lebat seperti tadi malam. Meski tak sampai masuk ke dalam ruangan, namun keadaan itu mengganggu anak-anak kita dalam beraktivitas karena genangan air mencapai sekitar 15 sentimeter,” katanya.

         Akibat genangan air tersebut siswa dan guru harus melepas sepatu karena titik terdalam air tepat berada di depan pintu masuk sekolah. Genangan air terjadi karena drainase belum ada, ditambah lagi kalau hujan lebat hujan seperti iti limbahnya masuk ke halaman sekolah. Ini karena
    tidak ada saluran drainase sekitar sekolah.
    “Kami khawatir anak-anak bisa terkena penyakit kulit karena air itu bercampur limbah warga yang berada di sekitar area sekolah,” katanya.
    Ruseni mengatakan, sekira tahun 2014 pihak sekolah melalui kepala sekolah yang lama telah mengajukan proposal pembuatan drainase. Namun hingga kini belum mendapat tanggapan dari pemerintah.
    Saat ini, dalam rangka menanggulangi keadaan itu pihaknya hanya bisa menimbun halaman, namun upaya itu tetap tidak efektif karena pasir urukan akan terkikis saat terjadi hujan.

         “Dalam waktu dekat kami akan membuat proposal lagi. Kami berharap pemerintah dan anggota dewan dapat memperjuangkan sehingga anak-anak kami tidak merasakan hal ini lagi ketika terjadi hujan,” katanya.
    SDN 3 Langkai tersebut berada di pusat kota Palangka Raya karena hanya berjarak sekira tiga Km dari titik nol kota. Sekitar 50 meter di depan SD tersebut juga terdapat Puskesmas Pembantu, Pengeringan II.
    Tak jauh dari sekolah itu pula pada 2015 lalu dilakukan pengerjaan pembangunan drainase, namun tidak sampai ke SDN 3 Langkai.
    Dia mengatakan, sudah meminta pemerintah memprioritaskan pembangunan drainase di lingkungan sekolah. Tidak sulit dilakukan karena hanya 50 meter dari sekolah dari ujung pembangunan drainase yang sudah ada.
    Hingga berita ini diturunkan belum ada pihak dari pemerintah kota yang bisa diminta keterangan terkait keadaan tersebut.
    “Dulu pak wali pernah ke sini dan bilang dijadikan kolam saja sekolah ini kita terus tergenang. Maka kami berharap di lingkungan sekolah kami dapat segera dibangun drainase,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com